Masih Banyak yang Belum Paham, Makna Marka Garis Tidak Putus di Jalan

Kompas.com - 08/07/2022, 12:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada beberapa area di jalan raya, marka jalannya adalah berupa marka garis utuh yang tidak putus, misalnya di area tikungan, jembatan, dan terowongan.

Marka garis tidak putus ini menandakan bahwa pengemudi tidak boleh berpindah lajur untuk menyalip kendaraan lain yang ada di depannya. 

Baca juga: Saat Terjadi Kecelakaan, Pengemudi Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Penumpang

Namun, marka jalan ini masih sering disepelekan oleh pengguna jalan. Padahal, akibatnya bisa fatal baik bagi pengemudi maupun pengguna jalan yang lain.

Seperti yang terekam dalma unggahan akun milik @dashcam_owners_indonesia, di Jalan Poros Samarinda-Balikpapan, Kamis (7/7/2022). Terlihat satu unit truk melaju menyalip kendaraan di depannya, walaupun marka jalan yang ada merupakan marka garis tidak putus.

Truk tersebut mengambil lajur di sebelahnya, atau lajur untuk kendaraan yang melaju ke arah berlawanan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

Baca juga: Daihatsu New Sigra Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp 129,5 Juta

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengingatkan bahwa marka jalan dibuat untuk menekan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan.

"Marka jalan tidak putus menandakan tidak boleh mendahului meskipun ada ruang, karena pertimbangan risiko bahaya, seperti di tikungan, jembatan, atau lokasi yang ramai," ucap Sony kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Tanpa Seremoni, Toyota Calya Baru Hadir Lebih Sporty dan Modern

Memaksakan diri untuk menyalip kendaraan di area yang memiliki marka garis tidak putus memperbesar potensi kecelakaan. Ada alasan tersendiri mengapa beberapa area dipasang marka garis tidak putus; salah satunya adalah karena blind spot yang besar.

Sering terjadi kendaraan adu banteng akibat menyepelekan fungsi marka garis tidak putus dan memutuskan untuk menyalip kendaraan di depannya.

"Kita dan pengemudi lain dari arah berlawanan sama-sama memiliki pandangan terbatas dan tidak melihat kendaraan lawan arah, sehingga bisa adu banteng," ucap Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.