Suzuki Klaim Konsumsi BBM Ertiga Smart Hybrid di Atas 15 Kpl

Kompas.com - 10/06/2022, 11:17 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi menghadirkan produk elektrifikasi berharga terjangkau untuk pasar dalam negeri melalui Suzuki Ertiga Smart Hybrid, Jumat (10/6/2022).

Langkah tersebut merupakan upaya perseroan untuk mendukung program percepatan era elektrifikasi di Indonesia, seraya menurunkan tingkat emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.

"Berbeda dari semua produk yang sudah kita perkenalkan lebih dulu, Ertiga Smart Hybrid ini menggunakan teknologi Integrated Starter Generator (ISG) dan sudah ada baterai lithium ion sebagai pendamping mesin pembakaran," kata Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS.

Baca juga: Setelah 10 Tahun di Indonesia, Ertiga Kini Punya Pilihan Mesin Hybrid

Suzuki Ertiga HybridKOMPAS.com/Ruly Suzuki Ertiga Hybrid

Sehingga, disebutkan bahwa beban kerja mesin mobil menjadi lebih ringan dan efisien. Hanya saja ia belum dapat mengungkapkan hasil konsumsi bahan bakar pada Ertiga Smart Hybrid itu.

Tetapi yang pasti, berada di atas 1:15 (1 liter berbanding 15 km) sebagaimana rata-rata konsumsi di Ertiga bermesin konvensional.

"Dengan menggunakan teknologi smart hybrid, konsumsi bahan bakar akan berbeda dengan model sebelumnya terutama dalam kondisi stop-and-go atau macet," kata Donny.

"Tapi besaran efisiensinya, kita tidak bisa menyebutkannya. Nanti teman-teman media langsung mengujinya dalam kesempatan yang kami siapkan. Kalau pada 2018 lalu, rata-rata konsumsi BBM mesin konvensional 15 kpl," tambahnya.

Baca juga: 45 Tahun Evolusi Toyota Kijang, dari Buaya sampai Listrik

Indikator Smart Hybrid pada Ertiga terbaru KOMPAS.com/Ruly Indikator Smart Hybrid pada Ertiga terbaru

Diketahui, teknologi Smart Hybrid pada Ertiga baru ini berangkat dari Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang dulu juga pernah diaplikasi kepada Ertiga Diesel.

Bedanya, kali ini sudah ada baterai lithium-ion sebagai pendamping mesin pembakaran internal dan ISG.

Fungsi dari lithium-ion adalah untuk menyimpan daya yang bisa terisi otomatis melalui regenerative deceleration, atau ketika mobil melakukan deselerasi kecepatan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.