Kolaborasi EV Smart Mobility, Mitsubishi Tawarkan Teknologi PHEV

Kompas.com - 28/05/2022, 10:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bersama dengan Toyota, Nissan, Isuzu, dan Fuso, Mitsubishi Motors bergabung dalam kolaborasi lima merek otomotif Jepang untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Pulau Dewata, Bali.

Selain bertujuan mempopulerkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia melalui eksperimen bersama, kolaborasi EV Smart Mobility di Bali juga diharapkan bisa mendukung posisi Indonesia sebagai tuan rumah G20 2022 nanti.

Naoya Nakamura, President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKSI) mengatakan, sangat antusias berpartisipasi dalam proyek kolaborasi dengan rekan dari merek dan pabrikan asal Jepang lainnya untuk memanfaatkan kendaraan listrik dalam mendukung sektor dan program pariwisata.

"Keikutsertaan dalam kolaborasi ini sekaligus menandai capaian baru dalam komitmen dukungan berkelanjutan Mitsubishi Motors kepada Pemerintah Indonesia dalam mengakselerasi pemanfaatan, dan juga demonstrasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan juga skala lebih luas secara global," ucap Nakamura dalam keterangan resminya, Jumat (27/5/2022).

Baca juga: Kolaborasi 5 APM Otomotif Bangun Ekosistem Elektrifikasi di Bali

Bersama-sama, kelimanya mengembangkan ragam cara memperluas lebih banyak pilihan kendaraan bagi konsumen sebagai kontribusi percepatan penurunan emisi karbon di Indonesia.

Mitsubishi Outlander PHEVKompas.com/nanda Mitsubishi Outlander PHEV

 

Modelnya meliputi Battery Electric Vehicle (BEV), dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hydrogen fuel cell electric vehicle (FCEV) yang bekerja dengan sumber tenaga listrik, Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang mengkombinasikan teknologi EV, dan Internal Combustion Engine (ICE) konvensional untuk mereduksi emisi karbon tanpa melakukan pengisian daya.

Teknolgi ICE dapat berkontribusi untuk mengurangi emisi karbon dengan menggunakan bahan bakar biofuel. Pendekatan tersebut dipercaya dapat membantu mencapai reduksi emisi kendaraan dalam skala yang terkait pada kondisi penggunanan, sumber energi terbarukan, kesiapan infrastruktur pengisian daya, dan kebutuhan konsumen.

Setiap merek akan menyediakan kendaraan listrik unggulan dan membuat formasi lini kendaraan listrik, baik kendaraan penumpang atau niaga. Untuk mobil listrik penumpang digunakan sebagai pendukung mobilitas dalam area Nusa Dua dan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.

Kendaraan listrik niaga atau komersial, dipakai guna mendukung sektor logistik, dan dipertimbangkan lebih lanjut untuk aktivitas kolaborasi dengan bisnis lokal di area Bali.

Dalam kolaborasi tersebut, Mitsubishi menawarkan teknologi elektrifikasi Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV) yang dianggap sebagai solusi atas tantangan yang muncul bagi pengguna model EV, seperti jarak tempuh dan infrastruktu pengisian daya.

Baca juga: Menuju Era Kendaraan Listrik, Indonesia Harus Punya SDM yang Kompeten


Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.