Menuju Era Kendaraan Listrik, Indonesia Harus Punya SDM yang Kompeten

Kompas.com - 27/05/2022, 18:11 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketersediaan sumber daya alam (SDA) merupakan salah satu keunggulan Indonesia untuk dapat menjadi pemain utama dalam era kendaraan listrik atau elektrifikasi.

Hanya saja, hal tersebut dinilai tidak cukup untuk membuat Tanah Air bisa independent atau terlepas dari ketergantungannya dengan negara lain di dalam proses manufaktur alias produksi.

Direktur Corporate Affairs Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN Bob Azam menyatakan, sumber daya manusia (SDM) yang kompeten juga perlu diperhatikan agar penciptaan ekosistem mobil listrik optimal seraya berkesinambungan.

Baca juga: Beli Motor Bekas, Patokan yang Benar Lihat Odometer atau Mesin?

Peluncuran fasilitas pembelajaran elektrifikasi di Indonesia, xEV Center milik TMMINDOK. TMMIN Peluncuran fasilitas pembelajaran elektrifikasi di Indonesia, xEV Center milik TMMIN

"Karbon netral ini keniscayaan, bahwa yang menjadi drivers ekonomi ke depan itu karbon netral. Itu sudah pasti, persoalannya kita ingin menjadi pemenang," kata dia belum lama ini.

"Untuk menjadi pemenang kita harus siap, tidak cukup itu mengandalkan natural resources, tapi juga SDM. Jangan malah menjadi fire back nanti," lanjut Bob.

Perkembangan SDM juga bisa membuat nilai tambah Indonesia dalam era elektifikasi semakin baik. Kemudian, berbagai inovasi pun memungkinkan untuk tercipta seperti konversi.

Persiapan SDM sendiri, bisa dikembangkan melalui kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri terkini seperti baterai. Sebab informasi itu kini hanya bisa diakses secara daring dari India.

Baca juga: Spesifikasi Mobil Balap yang Akan Adu Cepat di Formula E Jakarta

Seminar Nasional Elektrifikasi ---Presiden Direktur PT Toyota-Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih A. Tjahjono (kedua kanan) didampingi Direktur TMMIN Bob Azam (kedua kiri) bersama Wakil Rektor IV Universitas Diponegoro (Undip) Ambariyanto (ketiga kanan) beserta para dekan Undip berfoto di depan Kijang Innova EV Study, di sela penyelenggaraan seminar nasional bertajuk ?100 Years of Indonesia Automotive Industry, Realizing Indonesia Net-Zero Emission? di Fakultas Teknik Undip Semarang, Rabu(25/5). Toyota berkolaborasi bersama civitas akademia Undip  Semarang mengadakan seminar nasional ini dalam rangka upaya mendukung dan mewujudkan cita-cita pemerintah mencapai target masa depan Indonesia ?Bebas Emisi?.dok.TMMIN Seminar Nasional Elektrifikasi ---Presiden Direktur PT Toyota-Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih A. Tjahjono (kedua kanan) didampingi Direktur TMMIN Bob Azam (kedua kiri) bersama Wakil Rektor IV Universitas Diponegoro (Undip) Ambariyanto (ketiga kanan) beserta para dekan Undip berfoto di depan Kijang Innova EV Study, di sela penyelenggaraan seminar nasional bertajuk ?100 Years of Indonesia Automotive Industry, Realizing Indonesia Net-Zero Emission? di Fakultas Teknik Undip Semarang, Rabu(25/5). Toyota berkolaborasi bersama civitas akademia Undip Semarang mengadakan seminar nasional ini dalam rangka upaya mendukung dan mewujudkan cita-cita pemerintah mencapai target masa depan Indonesia ?Bebas Emisi?.

Tak sampai di sana, upaya memberdayakan akademisi dan meningkatkan SDM lokal juga bisa dilakukan melalui seminar nasional mengenai karbon netral.

"Electric vehicle itu hanya alat saja, tapi payung besarnya karbon netral. Jadi, kita perkenalkan kendaraan electric untuk menstimulus mahasiswa agar mulai berpikir tentang hal tersebut," kata Bob.

"Sehingga, orang kita bisa disiapkan lebih cepat lagi dan kita bisa ambil manfaat dari era elektrifikasi itu, bukan menjadi korban (konsumen)," tambah dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.