Suzuki Gunakan Teknologi Militer untuk Komunikasi Tim di MotoGP

Kompas.com - 24/05/2022, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi yang digunakan di MotoGP banyak yang digunakan secara khusus atau jarang ditemui. Bukan hanya pada motornya, melainkan juga alat komunikasi yang digunakan oleh tim.

Contohnya, alat komunikasi milik tim Suzuki Ecstar. Alat tersebut tidak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari karena menggunakan teknologi militer.

"Jarak dan transmisi dari sistem ini sangat besar. Kami menggunakan teknologi dari militer untuk komunikasi," ujar Claudio Rainato, Teknisi Data Suzuki Ecstar, dikutip dari Speedweek.com, Selasa (24/5/2022).

Baca juga: FIM Sebut Suzuki Salah Bila Tinggalkan MotoGP

"Ini adalah sistem radio dan ini tidak membutuhkan WiFi atau frekuensi radio. Artinya, ini bekerja sangat baik hingga banyak kilometer, jadi kami bisa berkomunikasi sangat baik sepanjang waktu," katanya.

Suzuki Spanish rider Joan Mir (C) sits in the box as team members prepare his motorbikes during the first practice session of the MotoGP Spanish Grand Prix at the Jerez racetrack in Jerez de la Frontera on April 29, 2022. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP)JAVIER SORIANO Suzuki Spanish rider Joan Mir (C) sits in the box as team members prepare his motorbikes during the first practice session of the MotoGP Spanish Grand Prix at the Jerez racetrack in Jerez de la Frontera on April 29, 2022. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP)

Tentunya, teknologi ini sangat berguna ketika ada sesuatu yang harus dilakukan dengan segera. Contohnya, jika ada pergantian cuaca atau jika pebalap terjatuh saat kualifikasi.

"Anggota tim yang berkomunikasi dengan kami bisa memberikan informasi penting dalam hitungan detik atau menit. Kami tahu dengan sangat cepat jika ada yang terjatuh, masalah teknis, atau mulai turun hujan," ujar Claudio.

Menurut dia, komunikasi yang lancar bisa membawa tim dalam momen yang tepat untuk segera mengambil keputusan. Bahkan, di pabrik Suzuki yang ada di Jepang, komunikasi di trek juga bisa diikuti melalui radio.

Baca juga: Alasan Suzuki Keluar dari MotoGP, Semusim Butuh Lebih dari Rp 100 Miliar

"Basisnya dari headphone, radio, dan network tertentu, perangkat lunak, dan perangkat keras. Ada beberapa kabar kritis yang kami butuhkan segera, ada saluran yang berbeda untuk itu. Satu saluran untuk masing-masing garasi, satu saluran untuk manajemen, mereka bisa mendengarkan masing-masing pihak," kata Claudio.

Contohnya, ada grup utama, di mana mekanik, kepala mekanik, dan teknisi elektronik terhubung. Semuanya secara konstan mendengarkan dan berbicara satu sama lain. Hanya manajer tim dan pimpinan proyek yang bisa mendengarkan semua saluran komunikasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.