Kompas.com - 24/05/2022, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewasa ini, usia penggunaan baterai pada kendaraan listrik masih menjadi perbincangan hangat karena dapat mengalami penyusutan daya yang seiring dengan penggunaannya.

Apalagi, mengingat komponen tersebut menguasai hampir 80 persen di tiap sepeda motor ataupun mobil elektrik. Sehingga, jika terjadi kendala, pemilik perlu menyiapkan dana cukup besar dalam memperbaikinya.

Selain itu, menurunnya kemampuan baterai juga akan mengganggu fungsi kendaraan listrik sebagai transportasi harian. Lantas, adakah cara supaya baterai lebih tahan lama dan awet?

Baca juga: Mengenang Legenda Off-Road, Meratus Expedition Kembali Digelar 23 Mei 2022

Fitur Vehicle-2-Load (V2L) pada mobil listrik Hyundai Ioniq 5Dok. HMID Fitur Vehicle-2-Load (V2L) pada mobil listrik Hyundai Ioniq 5

Head of Service Planning and Strategy Department PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Suprayetno menjelaskan, hal ini bukanlah persoalan sulit. Namun, memang dibutuhkan kedisiplinan dari tiap pengguna.

"Salah satunya, hindari penggunaan fast charging terlalu sering. Pemilik baiknya mengutamakan pengisian daya secara normal," kata dia belum lama ini.

"Charging pakai wall charger, arus listriknya tidak terlalu besar, tapi tidak membuat baterai cepat panas dan bisa ditinggal semalaman kalau di rumah," tambah dia.

Memang penggunaan fast charging bisa mengisi daya baterai lebih cepat dan siap dipakai kembali. Tetapi, arus listrik yang besar dalam sumber tersebut memiliki temperatur sangat tinggi.

Alhasil, menurut Suprayetno, baterai akan lebih cepat panas sehingga pada akhirnya memperpendek lithium-ion atau kandungan sel yang berada di dalamnya.

Baca juga: Indonesia Jadi Kontributor Utama Penjualan Mitsubishi Secara Global

Kehadiran produk terbaru dari Lexus di GIIAS 2021, ES 300hKOMPAS.com/Ruly Kehadiran produk terbaru dari Lexus di GIIAS 2021, ES 300h

Selain itu, seringnya proses pengisian daya juga meningkatkan siklus baterai yang lebih tinggi. Sehingga, disarankan juga untuk tidak sering melakukan charging.

"Umur dan kemampuan kapasitas baterai menyerap daya listrik terhitung dari jumlah siklus charging. Maka, isilah daya mobil listrik ketika memang dibutuhkan," terang Suprayetno.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.