Sopir Pajero Sport yang Tampar Pengemudi Yaris, Pakai Mobil Nama Perusahaan

Kompas.com - 23/05/2022, 17:38 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.comPolda Metro Jaya telah mengungkap pengemudi dan pemilik Mitsubishi Pajero Sport yang diduga ugal-ugalan dan mengancam sopir Toyota Yaris di ruas jalan tol arah Tomang, Jakarta Barat.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, Mitsubishi Pajero bernomor polisi B 199 MCP tersebut diketahui merupakan milik salah satu perusahaan.

"Iya, kendaraan itu atas nama perusahaan," ujar Sambodo, disitat dari Megapolitan Kompas.com (23/5/2022).

Baca juga: Polda Metro Dapatkan Identitas Pengemudi dan Pemilik Mobil Pajero yang Tampar Sopir Yaris di Tol

Tampilan Pajero Sport Dok. Mitsubishi Motors Indonesia Tampilan Pajero Sport

Meski begitu, Sambodo tidak merinci siapa sosok pengemudi Mitsubishi Pajero Sport tersebut, dan nama perusahaan pemilik kendaraan itu.

Sambodo hanya mengatakan bahwa data-data tersebut sudah diserahkan ke Polsek Tanjung Duren dan Polres Metro Jakarta Barat untuk penyelidikan dugaan kasus pengancamannya.

"Ya kalau data di Regident pasti ada. Sesuai antara pelaku pertama dengan jenis kendaraannya," ucap Sambodo.

Baca juga: Kasus Pengendara Pajero Sport Arogan, Ini Ancaman Ugal-ugalan di Jalan

"Cuma data itu sudah kami sampaikan ke Polsek. Nanti Polsek dan Polres yang tinggal meng-handle penanganannya," kata dia.

Sebelumnya, pemerhati masalah transportasi dan hukum Budiyanto mengatakan, setiap pengemudi kendaraan diharapkan mampu mengendalikan emosinya ketika sedang ada masalah.

“Seharusnya dalam situasi apapun kita tidak boleh emosi dan main hakim sendiri. Karena kalau sampai terjadi cekcok dan terjadi pemukulan akan berkonsekuensi terhadap perbuatan melawan hukum,” kata Budiyanto, kepada Kompas.com (22/5/2022).

Baca juga: Honda Airblade 160 Resmi Meluncur, Dijual Mulai Rp 35 Jutaan

Menurutnya, pemukulan berakibat pada luka dapat dikenakan pasal penganiayaan. Misal dalam pasal 351 KUHP mengatur soal penganiayaan berat, di mana pelaku diancam 2 tahun penjara atau 5 tahun penjara tergantung akibat dari penganiayaan tersebut.

Atau bisa juga dikenakan pasal 352 mengenai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling lama 3 bulan. Atau pasal 310 (pencemaran nama baik), dengan pidana penjara paling lama 9 bulan.

“Berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas tergantung modusnya kenapa sampai terjadi mereka emosi, sampai memukul dan sebagainya,” ujar Budiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.