Ini Waktu yang Tepat Bus Melakukan Peremajaan Bodi

Kompas.com - 09/05/2022, 10:22 WIB
Fasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah KOMPAS.com/DioFasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah

UNGARAN, KOMPAS.com - Bus merupakan moda transportasi darat yang masih diminati sebagian orang Indonesia. Selain itu, model bus-bus zaman sekarang sudah semakin keren, tidak kalah dengan eropa.

Sebagai pemilik armada bus, tentu harus tetap memerhatikan tampilan dari kendaraannya. Model bus yang bagus juga bisa menarik perhatian penumpang untuk naik atau membeli tiketnya.

Selain itu, bus memiliki usia pakai yang cukup panjang di Indonesia. Misalnya untuk AKAP atau reguler, usia pakainya bisa sampai 25 tahun.

Baca juga: Curhatan Penumpang Tertipu Agen Bus, Dijanjikan Toilet dan Kursi Lega

Bus AKAP baru PO SAN dengan bodi Legacy SR2 PanoramaDOK. LAKSANABUS Bus AKAP baru PO SAN dengan bodi Legacy SR2 Panorama

Tentu saja selama 25 tahun tadi bodi bus tidak bisa sama terus sejak pertama, karena akan ketinggalan zaman. Apalagi perkembangan bodi bus di Indonesia cukup cepat, sekitar lima tahun sudah ada model baru.

Oleh karena itu, operator kerap melakukan pembaruan pada bodinya pada periode tertentu. Tentu saja hal tersebut dilakukan agar penumpang senang menaiki bus yang masih terawat dengan baik.

Kurnia Lesani Adnan atau akrab disapa Sani, Direktur Utama PO SAN dan Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) menjelaskan pembaruan bodi terdiri dari repair dan ganti bodi total.

Baca juga: Video Pengemudi Mobil Sedan Lawan Arah, Ditegur Malah Acungkan Jari Tengah

"Biasanya teman-teman operator itu enggak langsung ganti bodi. Jadi mereka lebih pilih mengikuti era, tren, jadi repair saja bagian depan, belakang, dan sedikit samping serta dalamnya," ucapnya di Ungaran, belum lama ini.

Menurut Sani, repair ini biasa dilakukan pada umur bodi yang ke-5 tahun. Kemudian di tahun ke-7 atau 8 dan maksimal 10, bisa dipertimbangkan, apakah mau di-repair lagi atau ganti bodi total.

"Yang saya lakukan selama ini, di tahun kelima kita repair, di tahun ketujuh kita putuskan, apa bisa di-repair atau enggak," ucapnya.

Pertimbangan untuk mengganti bodi bus juga cukup banyak, seperti kondisi jalan dan air. Kondisi jalan yang bagus tentu membuat bodi bus lebih awet, begitu juga dengan kualitas air yang baik bisa mencegah rangka cepat berkarat.

"Tapi rata-rata, terutama bus Sumatera di usia delapan tahun sudah ada karat. Begitu juga dengan bodi yang twisting sehingga menyebabkan retak," kata Sani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.