Pemudik Arus Balik Pasti Lebih Lelah, Mesti Jaga Konsentrasi

Kompas.com - 06/05/2022, 12:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Puncak arus mudik Lebaran 2022 diprediksi terjadi pada 6-8 Mei 2022. Pemudik arus balik yang akan kembali ke kota diimbau lebih konsentrasi dalan perjalanan.

Jusri Pulubuhu, Founder dan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, konsentrasi yang menurun akan menjadi biang kerok dari masalah pemudik arus balik

Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas Cepat Berubah, Pemudik Wajib Aktif Pantau Medsos

"Konsentrasi yang menurun disebabkan terpakainya energi untuk mudik, dengan begitu banyaknya aktivitas yang dilakukan di kampung bersama sanak keluarga ditambah waktu istirahat yang kurang," katanya dalam keterangan dikutip, Jumat (6/5/2022).

Suasana di Rest Rest Area Kilometer 62B tol Jakarta-Cikampek, Kamis (5/5/2022) siang.KOMPAS.com/FARIDA Suasana di Rest Rest Area Kilometer 62B tol Jakarta-Cikampek, Kamis (5/5/2022) siang.

"Kombinasi tersebut membuat para pebalik rentan dengan kelelahan fisik belum lagi sebagian mungkin mulai sadar dengan hal2-hal paska mudik tersebut," kata Jusri.

Banyak faktor yang memecah konsentrasi pemudik arus balik, Jusri mengatakan, salah satunya muncul masalah finansial dan kewajiban lain yang menimbulkan kecemasan.

"Akan menguras energi yang memang sudah mulai drop. Saat keletihan terjadi, kemampuan persepsi, logika, emosi dan kemampuan motorik pengemudi akan menurun," katanya.

Baca juga: Kebiasaan Buruk Menyerobot Kendaraan Lain Saat Macet

Kendaraan pemudik keluar dari kapal di Dermaga 1 Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan akhir pekan lalu. Polda Lampung akan memberlakukan sistem buka tutup jika terjadi lonjakan penumpang di pintu masuk pelabuhan pada arus balik nanti.KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYA Kendaraan pemudik keluar dari kapal di Dermaga 1 Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan akhir pekan lalu. Polda Lampung akan memberlakukan sistem buka tutup jika terjadi lonjakan penumpang di pintu masuk pelabuhan pada arus balik nanti.

Jusri mengingatkan, peran pengemudi dan pengendara berbeda. Untuk itu kondisi fisik pengemudi mesti lebih prima dari penumpang.

"Usahakan mereka memiliki waktu istirahat yang ideal, tidur 7-8 jam sebelum melakukan perjalanan. Jika memungkinkan atur mundur tangal pulang diluar dari tanggal yang telah disebutkan di atas," katanya.

"Pilih jalur-jalur non tol (periksa GPS), monitor kemacetan dan bandingkan dengan jalur tol. Lakukan rest period, seketika tanda-tanda keletihan muncul cari tempat aman untuk berhenti," ungkap Jusri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.