Kompas.com - 06/05/2022, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2022, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan rekayasa lalu lintas di setiap ruas jalan tol. Kebijakan itu bisa berubah dengan cepat.

Seperti diketahui, kebijakan rekayasa lalu lintas bergantung pada diskresi kepolisian yang bisa saja diterapkan kapanpun dan dalam keadaan apa pun, mulai dari mekanisme one way atau satu arah, ganjil genap, hingga contraflow.

Maka dari itu, Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi meminta para pemudik aktif memantau perkembangan informasi lalu lintas melalui media massa hingga media sosial.

Baca juga: Kemenhub Dukung Penerapan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Tol

Diskresi ini bisa diterapkan kapan saja. Maka ikuti sosmed, radio, dan sebagainya, sehingga pulang bisa lebih nyaman,” ucap Firman, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (5/5/2022).

Firman melanjutkan, hal tersebut harus disampaikan karena dirinya tak mau polisi dinilai terkesan menonjolkan sisi kewenangannya dalam pengamanan mudik Lebaran tahun ini.

Sebab, menurut dia, diskresi kepolisian yang bisa secara dinamis diterapkan itu, untuk kepentingan masyarakat luas.

Antrean  kendaraan di Tol Jagorawi menuju kawasan wisata Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/5/2022). Pada H+1 Lebaran kawasan Puncak Bogor mulai dipadati wisatawan, dan Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional sistem satu arah dan sistem lawan arah (contraflow) di Tol Jagorawi.ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA Antrean kendaraan di Tol Jagorawi menuju kawasan wisata Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/5/2022). Pada H+1 Lebaran kawasan Puncak Bogor mulai dipadati wisatawan, dan Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional sistem satu arah dan sistem lawan arah (contraflow) di Tol Jagorawi.

“Kami mengingatkan bahwa kami tidak ingin menonjolkan kewenangan, tapi diskresi untuk kepentingan yang lebih besar harus kami ambil dalam kondisi yang sangat tidak ideal ini, dan itu bisa terjadi kapan saja,” kata dia.

Baca juga: Etika Menyalip Kendaraan Saat Kondisi Jalan Macet

Jenderal polisi bintang dua itu lantas memberikan contoh terkait beberapa kebijakan yang dapat berlaku secara kondisional. Kebijakan diskresi itu di antaranya penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way hingga contraflow.

“Bisa saat ini kami laksanakan satu lajur, bisa sekian menit kemudian kami mekarkan menjadi dua, tiga, hingga akhirnya menjadi one way dan waktunya juga bisa berubah,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.