Imbas One Way, Lalu Lintas Bandung ke Jakarta Diarahkan Lewat Arteri

Kompas.com - 20/04/2022, 03:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang mudik lebaran 2022, skema one way atau satu arah akan diberlakukan di dari Tol Cikampek KM 47 hingga Kalikangkung, Semarang KM 414.

Penerapan one way di tol itu otomatis akan berimbas terhadap warga Bandung yang hendak ke Jakarta atau pun yang hendak pergi ke Sumatera via Jakarta.

Wakapolda Jawa Barat Brigjen Bariza Sulfi mengatakan, pemudik dari Bandung yang hendak ke arah Jakarta terpaksa harus mengikuti dan paham terkait jadwal pemberlakuan one way.

Baca juga: Pengamanan Mudik, Dirlantas Polda Metro Jaya Cek Jalur Arteri Pantura

One way itu jam 5 sore hari Kamis (28/4/2022), nah dari mulai jam 3 kita sudah woro-woro, kita akan one way, yang benar-benar mau ke Jakarta sekarang, jangan leha-leha di rest area, nanti kalau dia leha-leha dan sudah one way, dia harus keluar di jalur alternatif kan kasihan,” ucap Bariza, melalui keterangan resmi, Selasa (19/4/2022).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga turut menyampaikan, adanya pemberlakuan one way akan bagi masyarakat Bandung yang melakukan mudik mulai 28 April 2022, akan dialihkan.

Polisi tengah menggelar ganjil genap dan memutar balikan kendaraan dengan nomor plat tak sesuai di GT tol Pasteur, Kota Bandung, Sabtu (19/3/2022).KOMPAS.COM/AGIE PERMADI Polisi tengah menggelar ganjil genap dan memutar balikan kendaraan dengan nomor plat tak sesuai di GT tol Pasteur, Kota Bandung, Sabtu (19/3/2022).

“Yang dari Bandung di tanggal itu akan diatur tidak melalui jalan tol tapi melalui jalan-jalan primer, arteri atau jalan-jalan biasa,” kata Ridwan Kamil.

Selain itu, pihak kepolisian dan Pemerintah Provinsi juga memberlakukan waktu 30 menit bagi pelaku mudik yang ingin singgah di rest area.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak berlama-lama menetap dan kerumunan juga tidak terjadi di rest area, terutama pada waktu menjelang buka puasa.

Baca juga: Polres Metro Bekasi Siaga Arus Mudik Lebaran 2022, Ini Lokasinya

“Imbaunya gini, barangsiapa sedang niat mudik, tolong di mobilnya dibekali dengan makanan yang mencukupi dan semua hal-hal emergency sehingga kalau tidak bisa ke rest area, kenyamanan berbuka di jalan masih bisa dilaksanakan,” ucap pria yang kerap disapa Kang Emil.

Menurutnya, pembatasan waktu diberlakukan karena kebutuhan masyarakat akan rest area cukup banyak, namun tempatnya (rest area) sedikit.

“Maka aturan 30 menit saya kira memadai,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.