Yamaha Siapkan Motor dengan Bahan Bakar Biofuel buat Pasar Asia

Kompas.com - 12/04/2022, 17:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.comYamaha Motor tengah bersiap untuk mengembangkan sepeda motor berbahan bakar alternatif. Sepeda motor ini disebut-sebut bakal menyasar pasar Asia, sebagai langkah menuju dekarbonisasi.

"Kami mungkin harus menyesuaikan beberapa spesifikasi,” ujar Presiden Yamaha Motor Yoshihiro Hidaka, dikutip dari Nikkei Asia (12/4/2022).

“Mesin pembakaran internal saat ini akan bekerja apa adanya, bahkan ketika [tangki] diisi dengan biofuel," kata dia.

Baca juga: Alasan Kenapa Kick Starter Banyak Absen di Motor Keluaran Baru

Ilustrasi biodiesel B30esdm.go.id Ilustrasi biodiesel B30

Untuk diketahui, Yamaha telah menjual beberapa sepeda motor jenis sport dengan bahan bakar campuran bensin dan etanol di Brasil.

Kemudian, Yamaha juga mengatakan akan segera meluncurkan sepeda motor serupa di negara-negara seperti India dan Indonesia.

Yamaha sedang menegosiasikan rincian peluncuran tersebut dengan pihak berwenang melalui asosiasi industri lokal.

Baca juga: Antisipasi Kepadatan Mudik, Polisi Siapkan Skema Ganjil Genap sampai One Way

Proses perakitan dan kontrol kualitas sama dengan pabrik Yamaha di Iwata, Jepang.Youtube-Yamaha Motor Official Channel Proses perakitan dan kontrol kualitas sama dengan pabrik Yamaha di Iwata, Jepang.

Sebagai informasi, Asia menyumbang sekitar 80 persen dari pengiriman tahunan Yamaha. Tak heran jika perusahaan mulai gencar mengenalkan motor ramah lingkungan di kawasan ini.

Sebagai bagian dari strategi elektrifikasi, perusahaan berencana untuk meluncurkan lebih dari 10 model sepeda motor listrik di seluruh dunia pada tahun 2024.

Meski begitu, Hidaka mengatakan, pihaknya tidak terburu-buru untuk meluncurkan semua jenis motor listrik di kawasan Asia.

Baca juga: Viral Foto Anak Kecil Pegang-pegang Supercar, Ingat Etika di Pameran Otomotif

Yamaha E01RIDEAPART.com Yamaha E01

Sebab, pasokan listrik di beberapa negara tidak terlalu stabil. Hal itu bisa berdampak pada adopsi kendaraan listrik menjadi lebih sulit.

"Kami akan mulai dengan model dengan emisi CO2 rendah, [seperti sepeda motor bahan bakar nabati] dan secara bertahap memperluas jajarannya," kata Hidaka.

Meski tantangan tetap ada dalam hal infrastruktur produksi dan pasokan bioetanol, Hidaka melihat alasan untuk optimis.

"Kami telah mendengar bahwa pemerintah India sangat antusias dengan biofuel yang dapat mengurangi emisi CO2," ucap Hidaka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.