Kejadian Lagi Truk Mundur Gagal Nanjak, Hampir Tabrak Bus

Kompas.com - 07/03/2022, 18:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi jalan di Indonesia memang tidak sepenuhnya rata. Misalnya seperti di Lintas Sumatera yang penuh dengan tanjakan dan turunan terjal karena melewati bukit-bukit.

Ketika melewat jalanan yang menanjak, ada saja kejadian truk yang gagal atau turun kembali karena tidak kuat. Tentu saja kejadian seperti ini sangat berbahaya, bisa membuat celaka orang yang ada di belakang truk.

Kejadian truk yang gagal menanjak bisa terlihat pada video yang diunggah akun ayobaikbiscom di Instagram. Terlihat ada dump truk yang mundur ketika ingin menanjak.

Baca juga: Bahaya Nyata Berkendara Dekat Truk Saat Melintasi Tanjakan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ayo Naik Bis (dot) Com (@ayonaikbiscom)

Beruntung bus yang ada di belakang sigap dengan memundurkan kendaraannya. Selain itu truk juga bisa dikendalikan dengan baik sehingga tidak mencelakai pengguna jalan di belakangnya.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, kondisi truk yang gagal menanjak bisa dikarenakan dua hal, sopir salah dalam operasional dan mesin truk mati sehingga rem tidak berfungsi.

Sony menjelaskan, untuk para pengemudi, ketahui tanda-tanda truk tidak kuat menanjak. Pertama adalah rpm yang turun, mesin terbatuk-batuk, dan melambat.

Baca juga: Strategi Bastianini pada MotoGP Qatar Berjalan Lancar

"Untuk antisipasi truk mundur, segera pindahkan gigi ke gigi rendah. Kemudian siap-siap tarik parking brake dan memasang pengganjal ban," ucap Sony kepada Kompas.com, Senin (7/3/2022).

Posisi gigi yang masuk dan mesin mati ini bisa mengganjal roda penggerak truk. Sehingga ketika tidak kuat menanjak, truk berhenti dan tidak meluncur ke bawah.

Ketika truk yang mundur tanpa kendali, bisa membahayakan orang yang ada di belakangnya. Apalagi blind spot truk sangat besar, sehingga kemungkinan kendaraan lain kena tabrak saat bergerak mundur turut meningkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.