Perusahaan Pembiayaan Ini Catatkan Pertumbuhan Positif di 2021

Kompas.com - 11/02/2022, 17:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perekonomian global dihadapkan dengan banyak tantangan di tahun 2021, terutama dalam permasalahan pandemi Covid-19. Di Indonesia, aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turut mengganggu aktivitas perekonomian domestik.

Meski begitu, Indonesia mampu pulih dengan catatan pertumbuhan perekonomian naik 3,7 persen. Di industri otomotif, penjualan mobil dan motor baru turut meningkat, masing-masing sebesar 67 persen dan 38 persen menjadi 887 ribu unit lebih dan 5,1 juta unit.

Lantas di awal 2022, pemerintah kembali memperpanjang insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kategori mobil LCGC dan mobil di bawah Rp 250 juta sampai September mendatang. Hal ini jadi harapan baru atas pertumbuhan industri otomotif di tahun ini.

Baca juga: Sedan Bekas Rp 70 Jutaan per Februari 2022, dari Civic sampai Camry

Ilustrasi membeli mobilistimewa Ilustrasi membeli mobil

Sejalan dengan sentimen positif di industri tersebut, Adira Finance sebagai salah satu perusahaan pembiayaan mencatatkan pembiayaan baru di 2021 sebesar Rp 25,9 triliun, naik 39 persen dibandingkan catatan tahun 2020.

Kenaikan catatan pembiayaan di bidang otomotif ini terjadi baik di segmen mobil baru, mobil bekas, maupun sepeda motor baru.

Adira turut meluncurkan versi terbaru aplikasi Adiraku untuk smartphone di 2021 dengan sejumlah pengembangan layanan untuk memudahkan akses seluruh layanan Adira Finance yang tersedia.

“Pada November 2021 lalu, Adira Finance telah meluncurkan Adiraku 2.0, dengan dilengkapi berbagai pengembangan fitur-fitur menarik untuk mempermudah akses terhadap seluruh layanan Adira Finance yang tersedia di kantor cabang, ke dalam perangkat smartphone," kata Hafid Hadeli, Presiden Direktur Adira Finance, seperti dikutip dari rilis resminya, Jumat (11/2/2022).

Baca juga: Jangan Dibiasakan Taruh Kaki di Dasbor Mobil, Ini Bahayanya

Sepanjang 2021, Adira Finance sudah memberikan restrukturisasi kepada nasabah terdampak krisis ekonomi akibat pandemi. Per Desember 2021, jumlah kumulatif nasabah yang pinjamannya direstrukturasi sebanyak Rp 19 triliun, sementara akun yang masih dalam penundaan pembayaran hanya sebesar Rp 34 miliar.

Sementara itu, pendapatan bunga yang didapat sebesar Rp 8,8 triliun, turun 15 persen dibandingkan tahun 2020 akibat penurunan piutang pembiayaan.

Beban bunga juga turun menjadi Rp 3,2 triliun sejalan dengan penurunan jumlah pinjaman dan biaya bunga. Lantas untuk laba bersih yang didapat di 2021 naik sebesar Rp 18,2 persen menjadi Rp 1,2 triliun.

Adira Finance juga sukses memperoleh kenaikan peringkat internasional dari Lembaga Pemeringkat Moody's pada akhir 2021. Kenaikan ini bisa berdampak positif dalam meningkatkan kepercayaan investor terhadap Adira Finance.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.