PT Mayasari Bakti Siap Meluncurkan Bus Listrik TransJakarta

Kompas.com - 29/01/2022, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Mayasari Bakti bisa dibilang operator bus Transjakarta pertama yang mendatangkan bus listrik. Juli 2021, tercatat 30 unit bus listrik sudah datang ke garasi Mayasari Bakti.

Enam bulan kemudian, tepatnya di Januari 2022, Mayasari Bakti mengunggah foto bus listrik yang kabarnya sudah siap beroperasi. Terlihat ada deretan bus listrik berwarna oranye sedang parkir di garasi.

‘Persiapan Launching Bus Listrik’ tulis admin dari akun Instagram Mayasari Bakti pada kolom komentar. Selain itu, disebutkan juga kalau bus tersebut akan dirilis pada akhir Januari atau awal Februari 2022.

Baca juga: Butuh Ekosistem Solid jika Ingin Pakai Bus Listrik untuk Layanan BTS

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Mayasari Group (@pt_mayasaribaktigroup)

 

“Unit sudah ada di pool, tinggal launching aja,” ucapnya dikutip dari unggahan Instagram PT Mayasari Bakti, Jumat (28/1/2022).

Jika diperhatikan, bus listrik yang digunakan Mayasari Bakti memakai sasis dan bodi dari BYD, tepatnya model K9. Model ini juga produk yang sudah diuji coba oleh Transjakarta, sehingga sudah sesuai dengan spesifikasi.

Untuk spesifikasinya, BYD K9 punya kapasitas baterai sebesar 324 kWh. Menggunakan AC Synchronous Motor yang menghasilkan tenaga 300 kW atau setara 402 TK dan torsi 1.100 Nm.

Baca juga: Telat Bayar Pajak Kendaraan Apakah Bisa Kena Tilang?

Sebelumnya, Andy Oetario Putro, Director PT Mayasari Bhakti Utama mengatakan, beberapa kendala pengoperasian bus listrik di Indonesia. Apalagi Mayasari Bakti sebelumnya pernah mengoperasikan bus diesel dan gas, jadi ada beberapa penyesuaian.

“Pertama, ini teknologi baru untuk kami, karena biasanya mengoperasikan bus dengan internal combustion engine (ICE). Jadi ini akan menjadi tantangan,” ucapnya dalam acara webinar Busworld keenam, belum lama ini.

Kedua, model bisnis juga berubah, misalnya soal persiapan yang berbeda. Mengingat ketika mengoperasikan bus listrik, dibutuhkan juga insfrastruktur tempat untuk mengisi daya baterai.

“Kita harus tahu bagaimana mengoperasikan charging management, lalu bagaimana soal limbah baterainya, berapa lama untuk baterai diganti, begitu juga soal operasional dan aspek teknis dari bus listrik,” ucap Andy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.