Butuh Ekosistem Solid jika Ingin Pakai Bus Listrik untuk Layanan BTS

Kompas.com - 28/01/2022, 06:42 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Program Buy The Service (BTS) untuk pengadaan transportasi darat perkotaan berbasis bus sudah mulai dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia sejak 2020.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menuturkan bahwa layanan BTS bernama Teman Bus ini mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Dalam data statistik yang dipaparkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Kamis (27/1/2022), dengan total bus sebanyak 473 unit di seluruh daerah, BTS sudah melayani lebih dari 10 juta penumpang.

Baca juga: Viral, Unggahan tentang Razia STNK hingga Sita Kendaraan

Transjakarta Mulai Uji Coba Satu Unit Bus Listrik Rute Blok-M - Balaikota  Transjakarta Transjakarta Mulai Uji Coba Satu Unit Bus Listrik Rute Blok-M - Balaikota

Melalui peta jalan yang sudah disusun, Kemenhub serius akan menggarap penggunaan kendaraan penumpang massal bertenaga listrik guna menekan emisi karbon di Indonesia.

Bukan tanpa halangan, wacana tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. 

Pitra Setiawan, Kasubbag Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, menuturkan bahwa salah satu tantangan utama penggunaan bus listrik untuk layanan BTS adalah ekosistem kendaraan listrik yang belum merata di tiap daerah.

"Kami belum bisa menyediakan bus listrik untuk semua daerah. Baru ada di sejumlah kota itu pun sifatnya masih uji coba," kata Pitra saat ditemui Kompas.com di Solo, Kamis (27/1/2022).

Baca juga: Rumor Honda Vario 160 Siap Meluncur Bulan Depan

Bus Kita Trans Pakuan resmi mulai beroperasi di Bogor, Selasa (2/11/2021). Moda transportasi ini selain akan menggantikan angkot juga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warga di Kota Bogor.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Bus Kita Trans Pakuan resmi mulai beroperasi di Bogor, Selasa (2/11/2021). Moda transportasi ini selain akan menggantikan angkot juga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warga di Kota Bogor.

"Karena kita belum tahu nih ekosistem bus listrik untuk di semua daerah. Jangan sampai setelah diberi bus listrik, mau men-charge-nya bingung," ucapnya melanjutkan.

Penggunaan bus listrik untuk transportasi umum memang masih diupayakan untuk menghadirkan kendaraan ramah lingkungan. Namun perlu diakui untuk kesiapan infrastruktur pendukung harus dimatangkan lebih dahulu.

Selain itu, sumber daya manusia sebagai pengelola juga harus disiapkan. Baik dalam hal pengoperasian bus listrik maupun perawatannya agar bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.