Wahai Pengendara Motor, Hilangkan Kebiasaan Asal Selonong Keluar Gang

Kompas.com - 25/01/2022, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerap ditemui kejadian pengendara sepeda motor asal selonong keluar dari gang menuju jalan utama, tanpa memperhatikan situasi lalu lintas di sekitarnya. Perilaku ini jelas berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan sekaligus mengancam pengguna jalan lain.

Menanggapi fenomena tersebut, Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani menjelaskan, kebiasaan semacam ini umum terjadi karena faktor domisili.

Biasanya pengendara motor yang tinggal di daerah tersebut kerap asal selonong karena merasa menguasai kawasannya.

“Pengetahuan mereka dalam berkendara aman juga kurang. Mereka hanya mampu berkendara namun tidak bisa memprediksi bahaya, sehingga sering ceroboh saat di jalan," ujar Agus kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Honda All New HR-V Tertangkap Kamera Sedang Syuting

pengendara motor terpental setelah mengindari pemotpr yang keluar dari ganginstagram.com/streetmannersindonesia pengendara motor terpental setelah mengindari pemotpr yang keluar dari gang

Karena sering melewati kawasan tersebut, pengendara motor ini merasa aman-aman saja meskipun bertindak asal selonong keluar gang. Padahal situasi lalu lintas tidak bisa disamaratakan tiap harinya.

Agus pun menjelaskan beberapa langkah aman bagi pengendara motor yang akan keluar gang. Yang pertama pastinya kurangi laju kendaraan, berhenti sejenak, lalu tengok kanan dan kiri. Pastikan situasi aman dari kendaraan atau potensi bahaya lain.

Ia juga mengingatkan agar tidak langsung main tancap gas ketika keluar dari gang. Sebab tindakan tersebut bisa mengagetkan pengguna jalan lainnya yang sedang melaju di jalan utama.

Dalam kesempatan terpisah, Muhammad Arief, Trainer Yamaha Riding Academy, turut memberikan tips untuk pengendara motor agar terhindar dari kecelakaan saat keluar dari gang.

Baca juga: Tips Lewati Turunan Pakai Mobil Transmisi Matik dan Manual

Salah gang atau jalan sempit di kawasan DKI Jakarta. Gang atau jalan sempit ini kerap dijadikan jalan tikus karena padatnya arus lalu lintas di jalan utama.KOMPAS.com/Dimas Wahyu Salah gang atau jalan sempit di kawasan DKI Jakarta. Gang atau jalan sempit ini kerap dijadikan jalan tikus karena padatnya arus lalu lintas di jalan utama.

“Pastikan saat keluar gang, motor berhenti dahulu dan nyalakan lampu sein. Saat berhenti, pastikan posisi kendaraan bisa terlihat jelas oleh pengendara lain,” ucap Arief.

Jangan menghentikan kendaraan terlalu maju ke jalan utama. Kondisi ini berisiko membuat motor tertabrak kendaraan lain. Usai menghentikan laju motor, pastikan jalan utama aman untuk dimasuki. 

Ketika sudah dipastikan aman dan ingin masuk ke jalan utama, jaga posisi motor tidak melebar. Lakukan manuver dengan perlahan jika memang ingin ke tengah jalan.

“Dahulukan pengendara yang ada di jalur utama. Selalu konsentrasi dan waspada terhadap kemungkinan bahaya yang terjadi,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.