Malas Cuci Motor Usai Terkena Hujan, Ini Konsekuensinya

Kompas.com - 22/01/2022, 15:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih ada pemilik sepeda motor yang malas mencuci kendaraannya meski usai terguyur hujan. Anggapan mereka, motor tersebut sudah tercuci secara alami oleh hujan.

Apabila anda salah satu pemilik sepeda motor yang beranggapan demikian, mulai sekarang hilangkan kebiasaan tersebut. Sebab mencuci motor usai terguyur hujan memiliki sejumlah tujuan penting.

Ilham Wahyudi, GM Service & Sparepart Yamaha Surya Timur Sakti Jatim menjelaskan bahwa air hujan yang kotor berpotensi merusak sejumlah komponen motor secara perlahan. Terlebih jika pemilik motor abai akan kebersihan kendaraannya.

Baca juga: Soal Model yang Menikmati PPnBM 50 Persen, Ini Kata Daihatsu

Cover radiator pada motor sportOtomania/Setyo Adi Cover radiator pada motor sport

“Banyak masyarakat yang berpikiran bahwa kegiatan mencuci motor di musim hujan itu tidak penting. Padahal membersihkan motor dari air hujan menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan agar kondisi motor tetap awet,” ujar Ilham dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/1/2022).

Ia menuturkan, salah satu konsekuensi yang harus dihadapi pemilik yang tidak pernah mencuci motornya adalah mesin mudah overheat. Ini disebabkan air hujan mengendap bersama kotoran di radiator. Akibatnya kerja radiator jadi tidak optimal.

Lalu sejumlah komponen bermaterial logam akan mudah berkarat. Contohnya seperti rantai gir motor yang terekspos air hujan.

Selain itu, motor akan lebih cepat kusam diakibatkan kotoran yang terbawa air hujan menempel pada bodi kendaraan. Air hujan bersama kotoran ini akan menimbulkan waterspot alias bercak noda.

Baca juga: Pengakuan Sopir Truk yang Menyebabkan Kecelakaan Beruntun Balikpapan

Karet sil pada klep motorotomotifnet.com Karet sil pada klep motor

Dalam kesempatan terpisah, Ribut Wahyudi, Kepala Bengkel Honda Bintang Motor Cinere, menjelaskan bahwa kotoran yang terbawa air hujan dan menempel pada as shockbreaker bisa menyebabkan karet sil mudah rusak. Ini karena saat shockbreaker bekerja, kotoran ikut tergesek antara as dan karet sil.

“Lama-kelamaan, karet sil akan rusak dan saat itulah oli di dalam shockbreaker bisa keluar,” kata Ribut menuturkan.

Maka dari itu, ia sangat menyarankan agar karet sil shockbreaker langsung dibersihkan usai terkena kotoran agar risiko oli merembes bisa dicegah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.