Mitos atau Fakta, Rem Blong Rawan Terjadi pada Mobil Transmisi Matik

Kompas.com - 22/01/2022, 14:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan yang diakibatkan rem blong kerap terjadi belakangan ini. Insiden tersebut tak hanya terjadi pada truk, tapi bisa juga terjadi pada mobil penumpang.

Banyak yang beranggapan bahwa mobil bertransmisi otomatis atau mobil matik lebih rawan mengalami rem blong dibandingkan mobil manual. Sebab, intensitas penggunaan remnya lebih tinggi.

Baca juga: Ada Banyak Penyebab Rem Blong Pada Truk, Utama Karena Kurang Perawatan

Padahal, belum tentu juga anggapan tersebut terbukti benar. Semua tergantung dari bagaimana cara pengemudi melakukan pengereman.

Sistem pengereman darurat Bosch, mendeteksi adanya pesepeda atau pejalan kaki.Istimewa Sistem pengereman darurat Bosch, mendeteksi adanya pesepeda atau pejalan kaki.

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, mobil matik yang mengalami rem blong disebabkan karena pengemudi terlalu sering menginjak pedal rem.

Sehingga, pengereman jadi bekerja secara berlebihan. Efeknya adalah terjadi panas tinggi hingga menimbulkan vapor lock atau kondisi di mana minyak rem mendidih.

Baca juga: Polri Sebut Kecelakaan Truk di Rapak Balikpapan karena Rem Blong

“Terlalu sering menggunakan rem pada mobil matik bisa menyebabkan timbul uap air pada saluran sistem pengereman, sehingga rem ada udaranya atau blong,” kata Didi, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.STANLY RAVEL-KOMPAS.com Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.

Didi menambahkan, banyak pengemudi yang belum paham sepenuhnya mengenai cara penggunaan engine brake pada mobil matik. Sehingga, sering kali pengemudi hanya mengandalkan rem untuk menahan laju kendaraan tanpa memindahkan transmisi ke posisi yang lebih rendah.

“Mungkin masih banyak pengguna yang belum tahu cara membantu pengereman dengan engine brake di matik. Kalau jalan menurun, untuk mobil matik pindahkan gigi ke lebih rendah, sehingga pengereman bisa dibantu dengan mesin/engine brake,” ujar Didi.

Warga mengamati sebuah mobil yang rusak akibat ditabrak truk tronton di turunan simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan TImur, Jumat (21/1/2022). Kecelakaan yang diduga karena truk mengalami rem blong itu mengakibatkan sedikitnya 4 orang tewas, 1 orang kritis, 3 orang mengalami operasi tulang patah, dan 5 orang luka ringan.ANTARA FOTO/HO/NOVI ABDI Warga mengamati sebuah mobil yang rusak akibat ditabrak truk tronton di turunan simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan TImur, Jumat (21/1/2022). Kecelakaan yang diduga karena truk mengalami rem blong itu mengakibatkan sedikitnya 4 orang tewas, 1 orang kritis, 3 orang mengalami operasi tulang patah, dan 5 orang luka ringan.

Dengan begitu maka laju kendaraan bisa ditahan dengan putaran mesin saat transmisi dipindah ke yang lebih rendah. Cara ini juga membantu sistem pengereman agar tidak bekerja terlalu keras untuk menahan laju kendaraan yang bisa menyebabkan vapor lock.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.