Kompas.com - 10/01/2022, 11:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap kendaraan, sangat disarankan untuk menggunakan bahan bakar sesuai dengan rekomendasi pabrikan atau kebutuhan mesin. Termasuk dengan mobil diesel harus dengan solar yang tepat.

Mobil diesel memang terkenal dengan mesinnya yang bandel atau tangguh. Selain itu, untuk melewati medan yang berat, seperti tanjakan yang curam, mesinnya juga bertenaga.

Tapi, ada satu hal yang sebaiknya tidak dilakukan pada mesin diesel, yakni penggunaan solar yang kualitasnya rendah.

Baca juga: Alasan Mengapa Solar dan Pertalite Sempat Langka di Beberapa Daerah

Contoh solar yang kualitasnya rendah adalah Dexlite (CN 51) dan Bio Solar (CN 48). Sedangkan solar dengan kualitas bagus, seperti Pertamina Dex (CN 53).

Ilustrasi filter solarebayimg.com Ilustrasi filter solar

Untuk mobil yang menggunakan mesin diesel modern, seperti common rail, sangat disarankan untuk diisi solar dengan CN 53 atau Pertamina Dex.

Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000, mengatakan, mobil mesin diesel yang menggunakan solar kualitas rendah dapat mengalami kerugian, seperti kerusakan sistem suplai bahan bakar, filtrasi, dan lainnya.

"Hal yang paling cepat kena dampak adalah penggantian filter solar," ujar Imansyah, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Harus Tahu, Ini Kekurangan Mobil Mesin Diesel

Dengan solar berkualitas rendah, filter solar akan lebih cepat kotor. Sehingga, harus lebih sering diganti dan tentunya akan menguras biaya lebih banyak.

Mesin diesel turbo terbaru berkode GD akan menggantikan KD untuk Innova, Fortuner, dan Hilux terbaru.Toyota Mesin diesel turbo terbaru berkode GD akan menggantikan KD untuk Innova, Fortuner, dan Hilux terbaru.

Dampak lainnya adalah kerusakan pada bagian injektor. Lubang-lubang pada nozel jadi mudah mampat, karena kotoran yang terbawa oleh solar berkualitas rendah.

Untuk diketahui, masalah pada injektor tidak bisa dianggap remeh. Sebab, ini termasuk kerusakan serius dan perbaikannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan biaya yang cukup besar.

"Kualitas solar yang rendah juga membuat dampak buruk pada lingkungan. Sebab, emisi yang terbuang cenderung lebih tinggi dibanding dengan solar yang berkualitas lebih baik," kata Imansyah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.