Mobil Travel Punya Potensi Kecelakaan Lebih Tinggi di Jalan Layang MBZ

Kompas.com - 30/12/2021, 18:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa mobil travel terekam dalam video yang diunggah di media sosial, melanggar batas ketinggian 2,1 meter saat hendak masuk Jalan Layang MBZ.

Dalam video yang diunggah oleh akun @deediz02, terlihat mobil travel milik Cititrans, Primajasa, dan G-Winx Trans, melewati batas ketinggian yang sudah ditetapkan oleh Jasa Marga selaku pengelola jalan tol tersebut.

Baca juga: Alasan Ada Batas Kecepatan di Jalan Layang, Demi Keselamatan

Banyak yang tak sadar bahwa melanggar aturan lalu lintas adalah penyebab utama dari kecelakaan. Sebab, aturan dibuat demi keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

@deediz02

 

? suara asli - A Bangga ????????

Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC), mengatakan, alasan dibatasinya tinggi kendaraan karena ada kemungkinan atau potensi terjadinya cross wind alias angin samping.

"Angin samping bila cukup kuat kadang dapat menggeser kendaraan dari lajurnya. Ditambah Jalan Layang MBZ bergelombang dengan sambungan yang cukup mengganggu, bisa saja stabilitas kendaraan berkurang atau bahkan terbalik," ujar Marcell, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Jangan Ngeyel, Motor Dilarang Melintas di Jalan Layang Casablanca

Mobil travel terlihat melanggar batas ketinggian di pintu masuk Jalan Layang MBZDok. TikTok @deediz02 Mobil travel terlihat melanggar batas ketinggian di pintu masuk Jalan Layang MBZ

Marcell menambahkan, menurut data National Higway Traffic Safety Administration (NHTSA) atau Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat, mobil van memiliki potensi rollover lima kali lebih besar dari mobil penumpang saat kecepatan tinggi dan saat mobil tidak terisi penuh.

"Gejalanya seperti limbung, karena pasti engineers sudah menghitung mobil dengan centre of gravity berapa yang masih dapat stabil di Jalan Layang MBZ. Oleh karena itu, ditentukan berapa tinggi maksimalnya," kata Marcell.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.