Jangan Ngeyel, Motor Dilarang Melintas di Jalan Layang Casablanca

Kompas.com - 15/11/2020, 07:41 WIB
Pengendara sepeda motor terlihat masih melintasi jalan layang non tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAPengendara sepeda motor terlihat masih melintasi jalan layang non tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan merupakan jalur terlarang untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor.

Pada jalur masuk ruas sudah terpasang rambu larangan bagi pengendara motor. Hanya saja rambu tersebut seolah tidak dihiraukan dan pemotor santai saja untuk melintas.

Terlebih jika jalan di bawah mengalami kemacetan. Tidak sedikit pengendara motor yang nekat melintasi di JLNT Casablanca.

Baru-baru ini ramai di media sosial pengemudi motor yang mengalami kecelakaan di JLNT Casablanca pada Sabtu (14/11/2020) malam.

Baca juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Valencia, Morbidelli Pole Position

Dalam video berdurasi 15 detik yang diunggah oleh akun instagram @jktinfo memperlihatkan memperlihatkan dua unit sepeda motor yang terjatuh saat melintas di JLNT Casablanca, namun belum diketahui secara detail kronologi dari peristiwa tersebut.

Kecelakaan di JLNT Casablancainstagram.com/jktinfo Kecelakaan di JLNT Casablanca

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk diketahui, JLNT Casablanca memiliki ketinggian jalan mencapai 15 meter akan sangat berbahaya bagi pemotor yang melintas. Ketinggian ini dinilai bisa membuat motor mudah goyah jika ditiup angin.

Jika sudah goyah, motor akan mudah kehilangan keseimbangan dan berpindah lajur. Sehingga berpotensi tertabrak kendaraan lain yang melaju dari belakang.

Baca juga: Hasil FP4 MotoGP Valencia 2020, Rins Mendominasi

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menilai, selain terpaan angin, perilaku pengemudi motor yang cenderung tidak tertib juga akan berbahaya jika dibiarkan melintas di JLNT.

Jusri mencontohkan pengemudi motor yang disebutnya kerap berpindah lajur seenaknya. Situasi ini dinilai berbahaya di JLNT yang lintasannya sempit dan berkarakter cepat.

“Dengan kondisi sedemikian rupa, tingkat profil risikonya bagi motor lebih tinggi. Jadi untuk faktor keselamatan memang lebih baik apabila motor lewat bawah yang jalannya lebih lebar dan ada pemisahnya,” ujar Jusri beberapa waktu lalu kepada Kompas.com.

JLNT CasablancaPengendara memutar balik motornya setelah mengetahui ada petugas kepolisian di ujung JLNT Casablanca arah Kampung Melayu, Selasa (25/7/2017). JLNT Casablanca

Jika diselisik lebih jauh, pada Januari 2014 juga sempat terjadi kecelakaan mengerikan di ruas jalan ini, yakni peristiwa yang melibatkan suami istri.

Pasangan tersebut ditabrak mobil sampai akhirnya menewaskan sang istri yang terjatuh dari ketinggian 15 meter. Kejadian ini seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi para pengendara motor agar tidak melintasi jalur tersebut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.