Menperin Kejar Tarket Sertifikasi Produk Lokal dan Ungkap Adanya Calo TKDN

Kompas.com - 30/12/2021, 16:41 WIB
Presiden Jokowi Kunjungi All New Veloz di GIIAS 2021-Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri), Ketua Umum Gaikindo Yohanes Nangoi (kanan) tengah mendengar penjelasan dari Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Susumu Matsuda (ketiga kiri) dan Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto (keempat kanan) mengenai All New Veloz saat mengunjungi  booth Toyota pada GIIAS 2021 di ICE BSD City Tangerang, Rabu (17/11). 
Doc ToyotaPresiden Jokowi Kunjungi All New Veloz di GIIAS 2021-Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri), Ketua Umum Gaikindo Yohanes Nangoi (kanan) tengah mendengar penjelasan dari Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Susumu Matsuda (ketiga kiri) dan Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto (keempat kanan) mengenai All New Veloz saat mengunjungi booth Toyota pada GIIAS 2021 di ICE BSD City Tangerang, Rabu (17/11).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan akan mengajukan anggaran untuk tingkatkan program Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada 2022 mendatang.

Pasalnya, kini masih banyak produk dalam negeri yang belum tersertifikasi TKDN, termasuk di sektor otomotif. Tercatat, secara keseluruhan saat ini baru 25 persen yang memiliki sertifikat TKDN atau setara dengan 16.898 produk.

"Fasilitasi TKDN akan kembali dianggarkan pada tahun 2022," kata dia dalam konferensi pers, Rabu (29/12/2021).

Baca juga: Terbaru, Veloz, Innova, dan Xpander Cross Bisa Tak Dapat PPnBM DTP

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Economic Outlook 2022 dengan tema “Mendorong Hilirisasi dan Industri Berorientasi Ekspor, Selasa (23/11/2021).Humas Kemenperin Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Economic Outlook 2022 dengan tema “Mendorong Hilirisasi dan Industri Berorientasi Ekspor, Selasa (23/11/2021).

"Kami akan minta tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan supaya program sertifikasi TKDN semakin banyak, semakin besar, dan semakin luas," lanjut Agus.

Ia pun meminta agar para pelaku industri tiak menggunakan calo dalam sertifikasi TKDN. Sebab, mereka bakal membohongi kandungan lokal yang ada dari seharusnya.

Ketika calo ini bekerja secara masif dan menjadi joki dari banyak pabrikan, maka target TKDN pemerintah bisa saja gagal.

"Ini sengaja saya angkat, bisa saya coret sebetulnya tapi saya angkat dalam jumpa pers dengan teman-teman wartawan agar para calo-calo itu stop lah untuk mencoba menjadi calo sertifikasi TKDN," ujar Agus.

Kehadiran calo bukan hanya meresahkan, tapi juga membuat kandungan lokal yang tercantum tidak sebagaimana mestinya. Maka, ke depannya oknum tersebut akan dihilangkan.

"Calo itu menawarkan misalnya nilai TKDN dari sebuah produk 15 persen, mereka mengaku bisa mengatur nilai TKDN itu bisa 40 persen. Ini juga tolong dicetak besar-besar agar calo-calo tidak bermain di dalam program sertifikasi TKDN ini," ujar dia..

Baca juga: Soal Penghapusan Premium dan Pertalite, Begini Kata Direktur Pertamina

Proses Perakitan Mobil di Pabrik TMMINdok.TMMIN Proses Perakitan Mobil di Pabrik TMMIN

Pada kesempatan sama, Agus juga menjelaskan, anggaran pos pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang telah dialokasikan pada 2021 sebesar Rp 112 miliar kepada Kemenperin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.