Alasan Ada Batas Kecepatan di Jalan Layang, Demi Keselamatan

Kompas.com - 15/08/2021, 15:41 WIB
Kendaraan melintas Flyover Purwosari Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/4/2021). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKendaraan melintas Flyover Purwosari Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbeda dari jalan biasa, pada fly over atau jalan layang terkadang ditemukan rambu batas maksimal kecepatan yang lebih rendah.

Bukan tanpa alasan, sebab berkendara di jalan layang memiliki risiko yang lebih besar untuk terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (14/8/2021), Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan menjelaskan bahwa ada potensi terpaan angin dari samping kendaraan yang melewati jalan layang.

Semakin tinggi jalan layang yang dilalui, maka semakin terasa pula efek terpaan angin yang mengenai kendaraan. Intensitas hembusan angin pun akan semakin lebih sering dibandingkan dengan di jalan biasa.

Baca juga: PO Primajasa Rilis 15 Bus Baru dari Karoseri Tentrem

"Betul biasanya angin samping akan lebih besar dari pada (jalanan) di bawah," ujar Marcell menerangkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Layang Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu (14/03/2018). Pembangunan flyover sepanjang 430 meter ini dilakukan untuk mengakomodir kendaraan di jalur Pesanggrahan-Veteran dan akan diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jumat mendatang.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Layang Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu (14/03/2018). Pembangunan flyover sepanjang 430 meter ini dilakukan untuk mengakomodir kendaraan di jalur Pesanggrahan-Veteran dan akan diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jumat mendatang.

Jika sebuah kendaraan melaju dengan kecepatan melebihi batas yang sudah ditentukan pada rambu, maka efek terpaan angin akan lebih parah. Risiko terbesarnya adalah kendaraan bisa terguling ke samping karena keseimbangannya terganggu.

Selain itu, Marcell turut menyebutkan dimensi jalan layang yang umumnya tidak selebar jalan biasa di permukaan tanah. Dengan lebar jalan yang lebih minim, tentu aktivitas menyalip kendaraan lain tidak disarankan demi kemanan. Terutama pada saat menanjak atau menuruni jalan layang.

Baca juga: Tips Saat Bertemu Bus Ugal di Jalan Tol, Jangan Panik

Hal yang terakhir, ia juga mengingatkan tentang area sambungan jalan layang yang umumnya memiliki gap atau jarak. Adanya gap ini wajib diperhatikan oleh para pengendara yang melewati jalan layang.

Jika dilintasi dengan kecepatan tinggi, bukan tidak mungkin keseimbangan kendaraan akan terganggu karena permukaan jalan yang tidak rata disebabkan oleh sambungan tersebut.

"Untuk sepeda motor mungkin sangat berpengaruh. Untuk mobil mungkin tidak terlalu, kecuali jika gap-nya cukup dalam," kata Marcell menambahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.