Ini Sanksi Bila Menghalangi Laju Kendaraan Prioritas

Kompas.com - 29/12/2021, 19:31 WIB
Belasan ambulans konvoi menjemput puluhan warga terpapar Covid-19 dari klaster senam Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (11/3/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHABelasan ambulans konvoi menjemput puluhan warga terpapar Covid-19 dari klaster senam Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (11/3/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengendara yang menghalangi atau menerobos rombongan jenis kendaraan tertentu di jalan bisa dikenakan sanksi hukum berupa kurungan penjara atau denda.

Salah satunya ialah kendaraan pengawal presiden dan ambulans, seperti tertuang dalam Pasal 287 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dalam pasal tersebut dijelaskan pengendara yang melanggar ketentuan penggunaan atau hak utama merupakan tindakan melanggar hukum dengan ancaman pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250.000.

Baca juga: Kemenhub Siap Hadirkan Alat Pengujian Kendaraan Listrik

Rombongan Presiden dengan pengawalan Paspamres di jalanan ibukotaSekNeg Rombongan Presiden dengan pengawalan Paspamres di jalanan ibukota

Kendaraan yang bersinggunan dengan rombongan presiden atau golongan kendaraan yang termasuk ke dalam kendaraan prioritas wajib memberi jalan jika kendaraan-kendaraan tersebut ingin mendahului.

Berikut beberapa jenis kendaraan yang memiliki hak utama di jalan raya yang diurutkan berdasarkan tingkatan prioritasnya;

1. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas
2. Ambulans yang mengangkut orang sakit
3. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas
4. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia
5. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara
6. Iring-iringan pengantar jenazah
7. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Berdasarkan tingkatan prioritasnya, rombongan presiden pun harus memberi jalan jika ada mobil ambulans atau mobil pemadam kebakaran yang ingin mendahului.

Baca juga: Belajar dari Insiden Spion Mobil Dirusak Paspampres, Jangan Bermain Ponsel Saat Berkendara

Unggahan video pengemudi yang protes karena kaca spion mobilnya pecah oleh anggota Paspampres saat mengawal Presiden Joko Widodo. Tiktok/ Pojoksatu Unggahan video pengemudi yang protes karena kaca spion mobilnya pecah oleh anggota Paspampres saat mengawal Presiden Joko Widodo.

Hal ini dikarenakan kedua kendaraan tersebut memiliki tingkat prioritas yang lebih tinggi.

Selain memiliki prioritas dibandingkan pengguna jalan lain, kendaraan yang memiliki hak utama juga tak perlu mematuhi rambu lalu lintas sebagaimana diatur dalam Pasal 135 ayat 3 undang-undang yang sama.

Beberapa waktu lalu viral beredar video seorang pemuda yang protes karena kaca spion mobilnya dipecahkan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di jalan tol.

Dalam video tampak kaca spion dipecahkan anggota Paspampres yang berkendara menggunakan sepeda motor saat mengawal iring-iringan Presiden Joko Widodo.

Aksi tersebut terjadi karena pemuda terkait tidak sadar telah menerobos ke barisan rombongan presiden karena bermain ponsel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.