Pemerintah Usulkan Program Mobil Rakyat, Bebas dari PPnBM

Kompas.com - 29/12/2021, 17:58 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mencanangkan suatu devinisi baru untuk industri otomotif guna mendorong pertumbuhan sektor terkait, yaitu mobil rakyat.

Dasar pemikiran dari ide tersebut datang dari pengertian sebenarnya Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan perkembangan pasar otomotif di dalam negeri saat ini.

"Kita ingin menciptakan suatu devinisi baru yang disebut mobil rakyat. Berdasarkan namanya, kendaraan dimaksud bukanlah barang mewah sehingga tak lagi dikenakan PPnBM," kata Agus dalam konferensi pers, Rabu (29/12/2021).

Baca juga: Seberapa Penting Relaksasi PPnBM Otomotif Tahun Depan?

Ilustrasi penjualan mobilKOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi penjualan mobil

"PPnBM itu kan harusnya dikenakan untuk barang mewah, jadi seharusnya untuk sesuatu termasuk kendaraan yang tidak tegolong mewah, maka tak terkena. Jadi kita ingin memisahkan suatu jenis mobil ini," lanjutnya.

Dengan begitu, beberapa kendaraan yang dimaksud sebagai mobil rakyat secara permanen tidak akan dibebankan instrumen perpajakan PPnBM di dalam negeri.

Sejalan dengannya, pertumbuhan industri otomotif diyakini mampu melesat secara positif usai terdampak pandemi Covid-19. Sebab, daya beli di pasar atau masyarakat terstimulus kembali.

Hanya saja, ia belum bisa mengatakan secara gamblang model kendaraan apa saja yang akan masuk dalam kategori tersebut.

"Jenis kendaraan yang masuk kategori mobil rakyat ialah, yang harganya sekitar Rp 240 juta, kapasitas maksimal mesin 1.500 cc, dan memenuhi local purchase 80 persen," kata Agus.

Baca juga: Garasi Disambangi Pencuri, Pebalap MotoGP Ini Minta Bantuan Netizen

Karyawan yang sedang bekerja di pabrik mobil Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China.Reuters Karyawan yang sedang bekerja di pabrik mobil Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China.

"Itu tiga syaratnya dan sudah saya usulkan ke Kementerian Keuangan," lanjut dia.

Sedangkan, terkait diskon PPnBM untuk industri otomotif yang akan berakhir pada akhir 2021, Agus belum memastikan apakah kebijakan tersebut akan berlanjut atau tidak.

Dalam kesempatan sama, Agus juga menjelaskan bahwa sektor otomotif di dalam negeri saat ini tengah bergerak positif menuju tahap pemulihan usai terdampak pandemi Covid-19.

Sepanjang Januari-November 2021, total penjualannya mencapai sekitar 790.000 atau 66 persen lebih tinggi dari periode di sama tahun lalu. Tidak sampai di sana, tingkat produksi juga disebut sudah naik 61 persen.

"Kontribusi sektor otomotif terhadap pertumbuhan ekonomi itu sangat fital. Ia menjadi kunci dari pertumbuhan di suatu negara, seperti Jepang setelah pandemi Covid-19," kata dia lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.