Kompas.com - 21/12/2021, 13:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Turun atau keluar dari mobil ketika melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) dipercaya mampu menekan risiko terbakar akibat bensin dan kecurangan dari oknum SPBU tertentu.

Mengingat, beberapa SPBU saat ini masih melakukan kecurangan dengan cara memanipulasi dispenser, seperti video unggahan di Instagram pribadi @Romansasopirtruck yang viral.

Dalam cuplikan singkat itu, seorang wanita hendak mengisi BBM mobilnya senilai Rp 100.000. Tetapi petugas hanya mengisi 9 liter, padahal biasanya dengan nominal yang sama ia bisa mendapatkan 13 liter (1 liter Pertalite = Rp 7.650).

Baca juga: Viral, Video Wanita Bongkar Kecurangan Petugas SPBU di Bintaro

Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan kemarahan seorang wanita lantaran dicurangi petugas SPBU di salah satu pom bensin di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.instagram.com/romansasopirtruck Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan kemarahan seorang wanita lantaran dicurangi petugas SPBU di salah satu pom bensin di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

“Siapa nama kamu? Rizal? Saya catat ya. Orang ngisi (bensin) Rp 100.000 harusnya bisa 13 liter, tapi kamu nyatut 9 liter. Saya viralin kamu ya,” ucap wanita dalam video tersebut.

Namun turun dari mobil saat melakukan pengisian BBM juga memiliki suatu risiko lainnya yakni pencurian. Sehingga, Saat mengisi bensin pengemudi harus lebih waspada dengan kondisi di sekitar.

"Pastikan pintu tetap dikunci untuk menghindari pencurian. Jangan sampai ada orang tidak berkepentingan mendekati atau masuk mobil," kata Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana kepada Kompas.com.

Proses pengisiannya pun menurut Sony, tidak boleh luput dari pandangan mata pengemudi.

“Selalu perhatikan angka yang tertera di meteran dispenser BBM, pastikan tutup tangki bahan bakar sudah rapat,” kata dia.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sering Pakai Antijamur Justru Merusak Kaca Mobil?

Petugas berusaha memadamkan mobil Daihatsu Zebra B2791AJ yang terbakar di Jalan Trunojoyo, samping Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (4/2/2015). Mobil itu membawa lima tangki berisi ratusan liter bahan bakar minyak.  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKRISTIANTO PURNOMO Petugas berusaha memadamkan mobil Daihatsu Zebra B2791AJ yang terbakar di Jalan Trunojoyo, samping Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (4/2/2015). Mobil itu membawa lima tangki berisi ratusan liter bahan bakar minyak. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Dari sisi keselamatan berkendara, keluar mobil saat ini BBM juga penting karena bila tidak ada risiko listrik statis yang terjadi.

Sehingga bila terjadi kebakaran akan lebih berbahaya. Semisal saat nosel BBM masuk ke dalam saluran tangki bahan bakar, atau saat pintu mobil dibuka-tutup, maupun saat proses pengemudi keluar-masuk mobil.

"Lebih baik memang di luar kendaraan, karena bisa ada listrik statis yang bisa menyebabkan kebakaran akibat gesekkan dua benda yang timbulkan listrik,” ujar Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.