Tanggapan Honda Soal PPnBM 0 Persen Permanen

Kompas.com - 11/12/2021, 13:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) 0 Persen saat ini sedang diusahakan oleh pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) agar diberikan secara terus menerus atau permanen.

Kabar tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi agar PPnBM 0 Persen dapat diberikan.

Syaratnya adalah industri harus mampu memproduksi kendaraan dengan kandungan lokal minimal sebesar 80 persen.

Baca juga: Kemenperin Bakal Lanjutkan PPnBM 0 Persen Secara Permanen

Agus Gumiwang mengatakan, saat ini pemerintah sedang mempersiapkannya secara berhati-hati dengan memperhitungkan cost and benefit.

Honda HR-V 1.8L Prestige Two-TonePT Honda Prospect Motor Honda HR-V 1.8L Prestige Two-Tone

“Pemerintah sedang mempersiapkannya secara berhati-hati dengan memperhitungkan cost and benefit, serta menyusun time frame-nya,” kata Agus, dalam siaran persnya, dikutip Kompas.com, Jumat (10/12/2021).

Menurutnya, industri otomotif merupakan salah satu sektor terpenting dan sebagai kontributor utama terhadap PDB.

Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), mengatakan, untuk PPnBM DTP (Ditanggung Pemerintah) ini, terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional melalui industri otomotif.

Baca juga: Banyak yang Belum Paham Perbedaan PPN dan PPnBM

"Kami yakin pemerintah memiliki kebijakan yang baik ke depannya untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi ini," ujar Billy, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Honda Brio Satya IIMS Hybrid 2021KOMPAS.COM/STANLY RAVEL Honda Brio Satya IIMS Hybrid 2021

Berdasarkan data Kemenperin, dua model Honda sudah memiliki kandungan lokal lebih dari 80 persen. Kedua model tersebut adalah HR-V 1.8L dengan kandungan lokal 84 persen dan Brio Satya dengan kandungan lokal 91 persen.

Namun, terkait PPnBM DTP atau PPnBM 0 persen secara permanen, Billy belum mau menanggapinya sebelum kebijakan tersebut benar-benar dapat diwujudkan.

"Untuk PPnBM DTP permanen dengan syarat local purchase 80 persen, akan kami pelajari setelah mendapatkan lebih detail peraturannya," kata Billy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.