Kompas.com - 06/12/2021, 09:42 WIB
Pol Espargaro saat sesi latihan bebas pada MotoGP Doha 2021. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP) KARIM JAAFARPol Espargaro saat sesi latihan bebas pada MotoGP Doha 2021. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)

JEREZ, KOMPAS.com - Pebalap Repsol Honda Pol Espargaro tidak menyesali kepindahannya ke Honda, meski di musim pertamanya sedikit kesulitan untuk mengenali karakter RC213V.

Perpindahan dari KTM ke Honda ternyata lebih sulit dari yang diperkirakan, namun di akhir musim dia berhasil merebut podium dan meninggalkan catatan bagus untuk musim depan.

Pada akhir MotoGP musim 2021, pebalap asal Spanyol tersebut berada di peringkat 12 dengan raihan 100 poin.

Baca juga: Hasil Balap Honda Jazz Brio Speed Challenge ISSOM Seri Penutup

Pol Espargaro Foto: Twitter Pol Espargaro Pol Espargaro

“Ada masa-masa yang sangat sulit,” kata Pol dalam sebuah wawancara dikutip dari Tuttomotoriweb.it, Senin (6/12/2021).

“Saya menjalani balapan yang buruk di Barcelona. Saya jatuh, akhir pekan tidak baik. Pada saat yang sama, saya harus melihat bagaimana KTM menang,” ungkapnya.

Tapi setelah liburan musim panas atau di tengah musim Pol mulai membaik. Dia berhasil naik podium di Silverstone, meskipun menurutnya masih di bawah ekspektasi.

“Ketika Anda membuat keputusan, itu karena Anda yakin akan hal itu pada saat itu. Adalah salah untuk melihat ke belakang dan berpikir itu adalah kesalahan atau apa yang bisa saya lakukan di tempat lain,” katanya.

“Kamu seharusnya tidak berpikir seperti itu, itu tidak membawamu ke mana-mana. Tidak mendapatkan hasil itu sulit," kata Pol.

Baca juga: BPKB Hilang atau Rusak, Begini Cara Mengurusnya

Pebalap Spanyol Jorge Lorenzo (Depan) mengendarai Honda-nya diikuti oleh pebalap Italia Valentino Rossi yang mengendarai Yamaha-nya selama latihan bebas 4 di depan Grand Prix Moto GP Italia di trek balap Mugello pada 1 Juni 2019 di Scarperia e San Piero.AFP/TIZIANA FABI Pebalap Spanyol Jorge Lorenzo (Depan) mengendarai Honda-nya diikuti oleh pebalap Italia Valentino Rossi yang mengendarai Yamaha-nya selama latihan bebas 4 di depan Grand Prix Moto GP Italia di trek balap Mugello pada 1 Juni 2019 di Scarperia e San Piero.

"Saya tidak bodoh. Saya tahu mengapa saya ke Honda dan tahu hasil apa yang harus Anda capai dengan motor ini. Jika Anda tidak bisa melakukannya, saya akan menjadi orang pertama yang mengkritik diri sendiri,” ungkapnya.

Lagi pula, bukan hanya Pol yang kesulitan dengan RC213V. Juara dunia lima kali Jorge Lorenzo merupakan salah satu contoh pebalap yang kesulitan saat mengendarai Honda.

Selain itu, motor 2021 dianggap memiliki terlalu banyak masalah, terutama di bagian belakang. Untuk 2022 tujuannya adalah untuk mendapatkan lebih banyak podium.

"Tahun depan saya harus melakukan kinerja yang lebih baik," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.