Berhenti di Lampu Merah, Lebih Baik Pakai Rem Tangan atau Rem Kaki?

Kompas.com - 03/12/2021, 12:12 WIB
Penyebab utama tali rem tangan putus Stanly/OtomaniaPenyebab utama tali rem tangan putus

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkendara penuh konsentrasi dan memikirkan faktor kemanan merupakan pedoman berkendara yang harus dilakukan oleh pengemudi. Tidak hanya pada saat mobil berjalan, namun juga ketika berhenti di lampu merah.

Saat berhenti di lampu merah, ada beberapa cara yang dilakukan oleh pengemudi untuk menghentikan laju kendaraannya.

Sebagian pengemudi menggunakan rem kaki dan ada juga yang menggunakan rem tangan (handbrake) untuk menahan mobil.

Baca juga: Paling Mahal, Ini Perbandingan Harga All New R15, CBR150, dan GSX-R150

Kedua cara tersebut memang bertujuan untuk menghentikan laju kendaraan. Namun jika dilihat dari sisi keamanan, ternyata kedua cara ini memiliki tingkat keamanan berbeda.

Director Training The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, ketika berhenti di lampu merah sebaiknya pengemudi menggunakan fitur parking brake atau menggunakan rem tangan.

Rem mobil matikStanly/Otomania Rem mobil matik
“Saat berhenti di lampu merah sebaiknya menggunakan parking brake atau hand brake karena jauh lebih aman,” kata Marcell kepada Kompas.com belum lama ini.

Cara ini dinilai lebih aman digunakan pada saat berhenti di lampu merah. Karena pada saat berhenti, pengemudi bisa saja terdistraksi dengan hal lain yang membuat pengemudi tidak fokus atau kurang konsentrasi.

Baca juga: Ganjil Genap Akan Diberlakukan di Jalan Tol, Ini Lokasinya

Dengan adanya distraksi tersebut, pengemudi bisa saja secara tidak sengaja atau tidak sadar melepaskan kaki dari pedal rem. Hal ini tentu saja membahayakan bagi pengemudi maupun pengendara di sekitarnya.

“Saat berhenti di lampu merah ada kemungkinan kita terdistraksi dan tanpa sadar melepas pedal rem,” katanya.

Ilustrasi tombol Electronic Parking Brake (EPB)Kompas.com/Donny Ilustrasi tombol Electronic Parking Brake (EPB)

Jika terlepas, tentu saja dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Terlebih, jika pengendara melakukan aktivitas lain selama menunggu lampu merah mati. Misalkan bermain gawai, menelpon atau melakukan kegiatan lain yang bisa mengurangi konsentrasi.

Baca juga: DAMRI Mulai Tes Bus Listrik Korea di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

“Banyak kejadian pengemudi terdistraksi karena main handphone saat lamer (lampu merah), sehingga tidak sadar kalau sudah hijau,” kata dia.

Pada saat berhenti di lampu merah, sebaiknya pengemudi tetap berkonsentrasi penuh. Meskipun mobil sudah menggunakan parking brake bukan berarti pengemudi bisa bebas melakukan aktivitas lainnya.

“Pengemudi juga harus waspada terhadap kondisi di sekitar, jangan melakukan kegiatan lain selama lampu merah. Sehingga, jika lampu sudah hijau bisa langsung berjalan,” ucap Marcell.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.