Pebalap Indonesia Kerap Ketinggalan, Cuma Mampu Mobil Balap Bekas

Kompas.com - 03/12/2021, 09:42 WIB
XPander AP4 Bawa Rifat Sungkar Jadi Juara Nasional Sprint Reli MitsubishiXPander AP4 Bawa Rifat Sungkar Jadi Juara Nasional Sprint Reli

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran Sirkuit Mandalika di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat yang berhasil menggelar ajang World Superbike (WSBK) 2021 jadi angin segar tersendiri bagi para pecinta balap Indonesia.

Sudah pasti, ada tujuan mulia yang ingin dicapai dengan hadirnya fasilitas tersebut. Di antaranya, mencetak pebalap nasional untuk dapat berbicara di tingkat internasional.

Hanya saja, masih terdapat berbagai tantangan untuk memajukan pebalap Tanah Air terutama di sektor kendaraan dan teknologi, serta perangkat keselamatannya.

Baca juga: Tanpa Karimun Wagon R, Harga LCGC Naik Rp 2 Juta Bulan Ini

Menonton balapan WSBK dari atas paddockKompas.com/APRIDAMEGANANDA Menonton balapan WSBK dari atas paddock

Menurut pereli nasional Rifat Sungkar, walau Indonesia jadi pasar utama di sektor otomotif tapi sedikit sekali yang menyediakan mobil khusus dengan spesifikasi balap.

Jika ada, kendaraan mobil spesifikasi balap itu hanya tersedia di luar Indonesia. Sehingga, banyak pembalap Indonesia yang hanya mampu beli mobil balap bekas dengan teknologi yang sudah ketinggalan.

Karena bekas, spare partnya pun tidak selalu tersedia. Akibatnya terjadilah kanibal dari mobil sejenis.

“Untuk membangun satu mobil balap, pebalap sampai harus membeli tiga mobil bekas. Yang satu dipakai untuk balapan, sementara yang dua dipereteli spare (part)," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (2/12/2021).

Baca juga: DAMRI Mulai Tes Bus Listrik Korea di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Mitsubishi Xpander AP4 di arena rally nasional Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021.dok.XRT Mitsubishi Xpander AP4 di arena rally nasional Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021.

Kemudian dari sisi perangkat keselamatan, kini masih ada pebalap yang belum menaruh perhatian penuh. Pasalnya, perangkat itu tidak hanya sebatas yang menempel di badan, namun juga material dan teknologi kendaraan.

Insiden yang dialami Sean Gelael dan Ketua MPR Bambang Soesatyo saat berlomba di ajang Sprint Rally Meikarta menjadi viral.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi keduanya yang dapat keluar dari mobil tanpa cedera berarti, meski mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan parah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.