Belajar dari Kasus Mercy yang Lawan Arah hingga Tabrak 2 Mobil

Kompas.com - 29/11/2021, 13:21 WIB
Sebuah mobil Mercedes-Benz E300 dengan nomor kendaraan B1125 KAD melawan arah di jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR), pada Sabtu (27/11/2021) pukul 17.00 WIB. Dokumentasi Ditlantas Polda Metro JayaSebuah mobil Mercedes-Benz E300 dengan nomor kendaraan B1125 KAD melawan arah di jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR), pada Sabtu (27/11/2021) pukul 17.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini, terjadi kecelakaan yang melibatkan satu mobil Mercedes-Benz dengan dua mobil lainnya di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, Sabtu (27/11/2021).

Diketahui bahwa mobil Mercy berwarna hitam tersebut berjalan melawan arus atau arah. Kemudian, mobil yang lawan arus tadi menabrak dua kendaraan yang posisinya ada di lajur kanan.

Berdasarkan keterangan polisi, pengemudi yang lawan arah tersebut tidak mengingat apa yang dia lakukan. Dugaan sementara si pengemudi memiliki kondisi demensia atau menurunnya kemampuan berpikir dan mengingat.

Baca juga: Satu Lagi Brand Bodykit Lokal, Hadir di Innova dan Fortuner

Ilustrasi jaga jarak aman 3 detikivanhumphrey.blogspot Ilustrasi jaga jarak aman 3 detik

Jika melihat kejadian seperti ini, memang jarang terjadi di jalanan. Namun, sekalinya terjadi, bisa merugikan pengguna jalan lain, layaknya dua mobil yang ditabrak Mercy hitam tersebut.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, banyak kemungkinan terjadi hal-hal yang berbahaya di jalan raya dan bisa menimpa siapa saja.

Hal pertama yang bisa dilakukan pengemudi agar tetap aman saat di jalan tol adalah dengan menjaga jarak aman. Jaga jarak aman ini berguna agar pengemudi bisa mengantisipasi bertemu hal tidak diduga di depannya.

Baca juga: Simulasi Kredit Sedan Toyota Vios, Cicilan Mulai Rp 6 Jutaan

“Jaga jarak untuk antisipasi pengemudi yang kondisinya seperti ini. Biasanya 10 detik pertama dari kejadian yang dilihat, apa yang dipikirkan kita adalah men-judge, bukan menghindar. Ini bukan masalah benar atau salah, tapi cari aman,” ucapnya kepada Kompas.com, Senin (29/11/2021).

Kemudian, selalu berpikir positif untuk selalu fokus mewaspadai kondisi-kondisi berbahaya. Dengan begitu, pengemudi bisa bereaksi dengan benar ketika berhadapan dengan kondisi yang membahayakan.

“Ketiga, selalu bergerak dengan batas kecepatan yang sesuai aturan. Sehingga, pengemudi bisa membaca dengan jelas potensi-potensi bahaya di depannya,” kata Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.