Alasan Tes Psikologi Diwajibkan bagi Pemohon SIM

Kompas.com - 29/11/2021, 14:12 WIB
sejumlah pemohon SIM di kota Solo mengikuti tes kesehatan rohani atau psikologi, Senin (9/3/2020). Ari Purnomosejumlah pemohon SIM di kota Solo mengikuti tes kesehatan rohani atau psikologi, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak Juni 2018, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menetapkan tes psikologi sebagai salah satu syarat permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM) baru dan perpanjangan SIM di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Tes tersebut dilakukan menggunakan sistem komputer. Pemohon baru akan diberikan 24 pertanyaan, sementara untuk pemohon perpanjang SIM akan diberikan 18 pertanyaan.

Pemohon akan diberikan waktu 30 detik untuk menjawab masing-masing soal. Jadi maksimal 15 menit pemohon sudah dapat membawa surat hasil tes psikologi untuk melanjutkan tahap permohonan SIM selanjutnya.

Sebelumnya tes psikologi ini hanya diwajibkan untuk pemohon SIM umum atau pengendara angkutan umum berpelat kuning. Lantas, mengapa pemohon SIM biasa juga harus mengikuti tes psikologi?

Setidaknya ada empat alasan yang mendasari tujuan dari tes psikologi tersebut.

Baca juga: Jajal Kebuasan Honda Civic Type R di Sirkuit Sentul

Suasana doa bersama dalam Gerakan Hening Cipta Indonesia di Satlantas Polres SalatigaKOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA Suasana doa bersama dalam Gerakan Hening Cipta Indonesia di Satlantas Polres Salatiga

1. Amanat UU LLAJ


Penerapan tes psikologi bagi penerbitan SIM merupakan amanah Pasal 81 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) dan sebagaimana yang dituangkan dalam Pasal 36 Peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

Dalam aturan tersebut dikatakan bahwa salah satu persyaratan penerbitan SIM adalah kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani.

Untuk pemeriksaan kesehatan rohani dilakukan dengan materi tes yang akan menilai beberapa aspek yaitu kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi dan ketahanan kerja.

Berdasarkan peraturan itu disebutkan tes psikologi akan dilaksanakan oleh lembaga psikologi yang telah mendapatkan pembinaan dan pengawasan dari bagian psikologi Polda Metro Jaya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.