Waspada Modus Baru Begal, Pura-pura Bantu Dorong Motor Mogok

Kompas.com - 26/11/2021, 17:01 WIB
Ilustrasi begal ThinkstockIlustrasi begal

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengendara motor kerap dijadikan target kejahatan di jalan raya. Salah satunya seperti seorang pria bernama Bagas di Palembang Sumatera Selatan.

Kejadian bermula saat Bagas sedang mendorong motornya yang kehabisan bensin, menuju rumah neneknya. Kemudian tiga orang datang dan bilang mau membantu mendorong motor.

“Saya waktu itu tidak curiga dan bersyukur malah ada yang mau bantu,” ucap Bagas dikutip dari Kompas.com, Jumat (26/11/2021).

Baca juga: Era Kendaraan Listrik di Indonesia Tidak Bisa Ditunda

Namun naasnya, kondisi jalan yang gelap justru dimanfaatkan para pelaku untuk melakukan aksi kejahatan. Ketiga pelaku tersebut mengancam akan menusuk Bagas apabila tidak menyerahkan dompet, ponsel dan motor yang kehabisan bensin.

Alhasil ketiga pelaku tersebut dengan leluasa membawa kabur dompet, ponsel, dan motor yang sedang kehabisan bensin.

Polisi melakukan olah TKP di lokasi pembegalan yang menimpa Bagas Satria Kusuma (18) di Jalan Gubernur H Bastari, Keluarahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang.Dok. Polrestabes Palembang Polisi melakukan olah TKP di lokasi pembegalan yang menimpa Bagas Satria Kusuma (18) di Jalan Gubernur H Bastari, Keluarahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang.

Menanggapi hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, menerima pertolongan seseorang di saat keadaan darurat memang sangat dibutuhkan. Namun Sony mengingatkan, penting untuk melihat situasi dan kondisi lokasi tersebut.

“Setelah kehabisan bahan bakar, segera arahkan kendaraan ketempat yang ramai dengan tujuan terlihat oleh banyak saksi. Jangan sampai terlihat orang lain kalau sedang kesulitan, sehingga menimbulkan niat kejahatan,” ucap Sony saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/11/2021).

Baca juga: Motor Listrik Bergaya Cafe Racer Buatan WDP, Habiskan Rp 50 Juta

Sony melanjutkan, segera hubungi orang lain yang terdekat atau sanak keluarga dan minta pertolongan. Kemudian, kalau ada pertolongan dari pihak lain lebih baik ditolak dengan melihat situasi dan kondisi yang ada.

“Jika kejadiannya seperti itu, lebih baik dikasih saja karena nyawa nomor satu, kemudian segera hubungi kantor polisi terdekat,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.