Geliat Budaya Kustomisasi Motor dan Pandemi Covid-19

Kompas.com - 08/11/2021, 11:02 WIB
Kustomfest 2020 #UNRESTRICTED Foto: IstimewaKustomfest 2020 #UNRESTRICTED


JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 memengaruhi berbagai sektor termasuk industri  kreatif kustomisasi sepeda motor di berbagai daerah Indonesia .

Lulut Wahyudi, Direktur Kustomfest mengatakan, ada banyak roda ekonomi yang digerakkan dari dunia kustomisasi atau kerap disebut kustom. Aktivitas ini seluruhnya terkena dampak dari pandemi Covid-19.

"Kustom kulture itu adalah api, dari api itu keluar banyak percikan. Salah satunya percikannya ialah industri yang lahir dari dunia custom," kata Lulut yang ditemui Jumat (5/11/2021), di Jakarta.

Baca juga: Hasil Balap Kejurnas di Indonesia Sentul Series Of Motorsport Round 5

Kustomfest 2021#seeyouagainKOMPAS.com/Gilang Kustomfest 2021#seeyouagain

Builder Retro Classic Cycles itu mengatakan, pembangunan motor custom bersinggungan langsung dengan beberapa pihak atau industri lain.

"Dampak ekonomi yang paling kecil saja, satu motor (custom) yang masih orisinil apa saja. Selebihnya itu custom pasti menggerakkan roda ekonomi," katanya.

"Misalkan builder bikin tangki tapi ngecat kasih ke (orang) lain, kemudian ada juga dikrom. Kemudian bisa bikin rangka, tapi mesin tidak bisa, jadi kasih ke bengkel lain," katanya.

"Kemudian mulai roda, ban hingga sampai jadi satu motor, itu berapa hajat hidup orang yang bersinggungan langsung (dengan motor custom) yang langsung kena industri mikro," kata dia.

Baca juga: Hasil Lengkap Balap ISSOM Round 5, Hujan Deras Batalkan Tiga Seri

Motor terbaik Kustomfest 2019 digarap oleh Kedux GarageKompas.com/Donny Motor terbaik Kustomfest 2019 digarap oleh Kedux Garage

Kustom kulture kata Lulut, juga bersinggungan dengan hal-hal di luar teknis atau dunianya sendiri. Salah satunya melahirkan lifestyle atau tren anak motor.

"Salah satunya lifestyle. Dulu orang ngomongin lagu buat anak motor jarang kecuali band rock, sekarang lagu temanya dunia custom, bahkan penggambaran visualnya custom," katanya.

"Bahkan produk-produk apapun banyak yang menggunakan custom sebagai bahasa marketing dia. Ini adalah turunan dari custom," kata Lulut.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.