Satu Permintaan KNKT untuk Kurangi Kecelakaan di Jalan Raya, Edukasi

Kompas.com - 28/10/2021, 16:02 WIB
Truk pengangkut pakan ternak selip dan menabrak rumah warga di jalan raya Blitar-Tulungagung, di Desa Mboro, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Rabu sore (27/10/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANITruk pengangkut pakan ternak selip dan menabrak rumah warga di jalan raya Blitar-Tulungagung, di Desa Mboro, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Rabu sore (27/10/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum lama ini melakukan investigasi pada kecelakaan truk trailer di Tol Banyumanik belum lama ini.

Kecelakaan tersebut terjadi karena cara pengemudi yang salah dalam mengoperasikan transmisi truk serta adanya kebocoran pada konektor rem trailer. Kedua hal ini yang menyebabkan truk mundur tidak terkendali dan mengenai beberapa kendaraan di belakangnya.

Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT mengatakan, penyebab dari bocornya konektor rem trailer adalah penggantian suku cadang yang tidak tepat. Misalnya dengan mengganti klep dengan guntingan ban.

Baca juga: Hasil Investigasi KNKT Soal Truk Trailer Mundur di Tol Banyumanik

Kondisi rumah warga Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, rusak parah akibat tertabrak truk trailer di dalan raya Jombang - Surabaya, Senin (7/12/2020).KOMPAS.COM/DOK. Kepolisian Mojokerto Kondisi rumah warga Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, rusak parah akibat tertabrak truk trailer di dalan raya Jombang - Surabaya, Senin (7/12/2020).

“Efek yang ditimbulkan dari penggunaan klep abal-abal itu terlihat dari semburan angin pada konektor, ini penyebab rem blong yang kemarin (truk trailer di Tol Banyumanik). Ini terjadi karena mereka tidak tersentuh edukasi,” ucap Wildan kepada Kompas.com, Rabu (27/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, mengenai pengemudi yang salah dalam pengoperasian transmisi, sebenarnya bisa dicegah dengan edukasi atau pelatihan pengemudi. Berdasarkan wawancara Wildan dengan pengemudi, ditemukan kalau pengemudi baru 5 bulan mengemudikan trailer, sebelumnya hanya Elf biasa.

Baca juga: Hino dan Karoseri Tentrem Kolaborasi Bareng di GIIAS 2021

“Yang penting, edukasi ke pengusaha, mekanik dan pengemudi. Nanti di sana dijelaskan bagaimana maintenance, pengoperasian, pre-inspection, pemuatan, dan lain-lain,” kata Wildan.

Jika memang mau mengurangi angka kecelakaan di jalan, saran dengan melakukan edukasi tersebut sebaiknya segera dilakukan. Bukan cuma edukasi pengemudi, tetapi juga pengusahanya serta mekanik yang mengurus truk tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.