Ganjil Genap di 13 Titik Ruas Jalan saat PPKM Level 2, Sudah Tepatkah?

Kompas.com - 23/10/2021, 08:22 WIB
Foto aerial suasana lalu lalang kendaraan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II atau PSBB pengetatan di DKI Jakarta, arus lalu lintas kendaraan di sekitar Bundaran HI terpantau lancar. AFP/ADEK BERRYFoto aerial suasana lalu lalang kendaraan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II atau PSBB pengetatan di DKI Jakarta, arus lalu lintas kendaraan di sekitar Bundaran HI terpantau lancar.

JAKARTA, KOMPAS.com – DKI Jakarta resmi menambah ruas jalan yang menerapkan ganjil genap, dari sebelumnya 3 lokasi, menjadi 13 lokasi. Rencananya, kebijakan ini akan mulai diterapkan pada Senin (25/10/2021) besok.

Skema ganjil genap ini akan diberlakukan selama hari kerja, yakni Senin-Jumat dengan pembagian dua sesi waktu, yakni pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB.

Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Dirlantas Polda Metro Jaya, mengatakan, ada kenaikan volume kendaraan mencapai 37 sampai 40 persen yang masuk ke DKI Jakarta pada saat PPKM level 2.

Baca juga: Catat, Ini Syarat Bikin SIM Baru di Indonesia

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro)

"Itulah sebabnya mungkin masyarakat hari ini lebih macet dari hari sebelumnya karena memang volume traffic sudah naik antara 37 sampai dengan 40 persen dibanding PPKM level 4 dan level 3," ujar Sambodo, dalam keterangan resminya (22/10/2021).

Seperti diketahui, perluasan lokasi ganjil genap berlaku ketika Jakarta masih menerapkan PPKM level 2. Lantas, apakah kebijakan ini sudah tepat?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau melihat kondisi lapangan, iya (tepat). Karena kemacetan Jakarta sudah lumayan sekarang ini. Saya lihat langsung kalau sore macetnya parah juga ya,” ujar Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, kepada Kompas.com (22/10/2021).

Baca juga: Mobil Tetangga Parkir Halangi Jalan, Segera Lakukan Hal Ini

Pekerja menggunakan masker saat memasuki bus transjakarta di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2020). PSBB kembali diterapkan tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pekerja menggunakan masker saat memasuki bus transjakarta di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2020). PSBB kembali diterapkan tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum.

“Mungkin karena vaksin di Jakarta sudah cukup tinggi persentasenya, makanya pemerintah sudah cukup berani, seperti halnya di Eropa,” kata Djoko, yang juga menjabat Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) Pusat.

Djoko mengatakan, di lain sisi, aktifnya kebijakan ganjil genap bakal menghidupkan lagi transportasi umum yang terkena dampak parah dari pandemi.

Trayek bus yang sebelumnya berhenti, bisa beroperasi kembali. Sopir-sopir bus juga bisa kembali bekerja lagi.

“Masyarakat bisa gunakan transportasi umum yang sehat, pemerintah harus menjamin itu. Sebenarnya dulu pas Asian Games kan full juga (ganjil genap), seperti PPKM ini. Tapi habis itu hanya pagi dan sore, tanggung kan. Sudah sekalian saja (jam 06.00-20.00) kalau mau serius,” ucap Djoko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.