Selain Bahaya, Mendengarkan Musik Pakai Headset Saat Naik Motor Bisa Didenda Rp 750.000

Kompas.com - 11/10/2021, 07:12 WIB
Pakai earphone saat berkendara Bombastis.comPakai earphone saat berkendara

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengendarai sepeda motor di jalan raya harus fokus dan berkonsentrasi terhadap lalu lintas sekitar. Tidak boleh ada gangguan yang dapat membahayakan pengendara.

Salah satu yang dapat mengganggu konsentrasi dalam berkendara adalah mendengarkan lagu menggunakan earphone. Banyak orang berdalih mendengarkan musik saat mengendarai motor untuk menghilangkan rasa bosan dan agar tidak mengantuk.

Baca juga: Pemilik Mobil Wajib Punya Garasi, atau Didenda Rp 2 Juta

Perilaku ini tentunya cukup berbahaya mengingat seorang pengendara kendaraan roda dua harus berkonsentrasi penuh pada kondisi jalan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, pengendara sepeda motor tidak diperbolehkan sambil mendengarkan musik. Apalagi menggunakan headset yang menutup telinga.

Pentingnya gunakan riding gear yang lengkap saat berkendaraimambudi Pentingnya gunakan riding gear yang lengkap saat berkendara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau naik motor sambil mendengarkan musik tidak boleh, karena helmnya sendiri sudah menutup kuping. Sehingga, (kalau menggunakan headset) suara di luar hampir tidak terdengar,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Sony menambahkan, earphone boleh saja dipasangkan di telainga asalkan hanya dalam kondisi tertentu dan tidak digunakan untuk mendengarkan musik sepanjang perjalanan.

Baca juga: Update Harga BBM Pertamina, Shell dan Vivo, Pertamax Turbo Turun

“Headset hanya untuk komunikasi antar rombongan saat-saat tertentu saja. Misalkan saat touring sambil jalan dengan kondisi lingkungan, kondisi terbatas dan pada kecepatan tertentu,” katanya.

Fungsi dari penggunaan headset saat touring adalah untuk memberitahukan atau menunjukkan arah pada rombongan, memberitahu mengenai adanya bahaya atau handicap, rute dan lainnya.

“Itu pun gaya mengendara ekstra defensive harus diterapkan,” kata dia.

Ilustrasi kecelakaan lalu lintasGAS2.org Ilustrasi kecelakaan lalu lintas

Selai berbahaya, penggunaan headset pada saat nail motor juga dapat dikatakan sebagai pelanggaran lalu lintas karena mengganggu konsentrasi berkendara.

Baca juga: Toyota Siapkan SUV Mungil Aygo X, Meluncur November

Aturan tersebut tertulis pada UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 yang berbunyi "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi."

Sedangkan untuk sanksi yang akan diterima juga dijelaskan dalam pasal 283 yang berbunyi "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.