Simak Tips Belajar Berkendara Motor Bebek yang Benar

Kompas.com - 27/09/2021, 11:02 WIB
Sasis yang ringan membuat Yamaha Jupiter MX 150 dan MX King mudah bermanuver. KompasOtomotif-Donny AprilianandaSasis yang ringan membuat Yamaha Jupiter MX 150 dan MX King mudah bermanuver.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi pemula, belajar teknik mengendarai sepeda motor relatif lebih mudah dibandingkan kendaraan bermotor lainnya. Waktu yang dibutuhkan untuk mahir mengendarai sepeda motor pun terhitung lebih singkat.

Salah satu jenis sepeda motor yang mudah ditemui di jalanan Indonesia adalah motor bebek atau juga disebut cub atau underbone. Meski popularitasnya tidak setinggi skuter matik (skutik), di daerah dengan kontur perbukitan yang banyak jalan turunan dan tanjakan lebih umum terdapat motor bebek.

Berbeda dengan skutik yang tinggal gas dan rem, untuk mengendarai motor bebek diperlukan kemampuan mengoper gigi perseneling agar motor dapat melaju dengan lancar. Sebelum skutik jadi favorit, motor bebek juga dianggap lebih nyaman ketimbang motor sport karena tidak menggunakan kopling manual.

Baca juga: Video Pengendara Trail Bertemu Macan di Jalur Off Road

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, memberikan tips agar lebih mudah menguasai teknik mengendarai motor bebek.

"Bagi pengendara pemula yang ingin belajar motor (transmisi) manual sebaiknya belajar perpindahan gigi dengan mendirikan standar tengah (motor tidak berjalan). Fungsinya untuk membiasakan mengoper gigi," kata Agus kepada Kompas.com belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenal Honda Supra GTR 150 Astra Motor Sumsel Mengenal Honda Supra GTR 150

Berikutnya, ia menyarankan untuk belajar membiasakan diri dengan sistem pengereman untuk rem belakang yang berbeda dengan motor skutik.

Baca juga: Selain Avanza, Harga Dasar dan Varian Xenia Generasi Baru Juga Bocor

Sebab bagi yang sudah terbiasa mengendarai skutik dengan tuas rem belakang di tangan, akan ada masa-masa grogi saat awal mengendarai motor bebek dengan sistem rem belakang berupa pedal di kaki.

"Ketika sudah terbiasa dengan perpindahan gigi baik naik dan turun, serta pengereman rem belakang, maka pengendara bisa langsung praktik dengan kecepatan rendah terlebih dahulu," kata Agus lebih lanjut.

Jika sudah terbiasa, baru coba menyesuaikan kecepatan dengan situasi terkini di jalan. Jangan terburu-buru mempraktikkan berkendara dengan motor bebek di jalan umum jika kebiasaan yang sudah dijelaskan sebelumnya belum benar-benar terbentuk dengan baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.