Tiap Hari Puluhan Orang Tewas di Jalan Karena Kecelakaan Lalu Lintas

Kompas.com - 24/09/2021, 18:51 WIB
Petugas kepolisian lalu lintas Polres Bengkalis melakukan olah TKP pada kecelakaan lalu lintas di jalan tol Pekanbaru-Dumai di Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (20/5/2021). Dok. Polres BengkalisPetugas kepolisian lalu lintas Polres Bengkalis melakukan olah TKP pada kecelakaan lalu lintas di jalan tol Pekanbaru-Dumai di Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (20/5/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia barangkali jadi salah satu negara dengan angka kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Kabarnya, setiap jam ada 2-3 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Bahkan jika diakumulasi, tiap harinya ada puluhan korban jiwa yang meninggal di jalan.

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) Pusat, mengatakan, usia produktif jadi korban kecelakaan paling banyak di Tanah Air.

Jika terus dibiarkan, kondisi ini akan mempengaruhi tingkat produktivitas bangsa. Pasalnya generasi muda yang terimbas paling banyak.

Baca juga: All New BR-V Meluncur, Bagaimana Nasib Model Lawasnya ?

Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) KM 36.100A arah timur, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (3/9/2021).Dok. TMC Polda Metro Jaya Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) KM 36.100A arah timur, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (3/9/2021).

"Di Indonesia, setiap hari 60-80 orang meninggal seketika karena kecelakaan lalu lintas. Namun jika ditelusuri dari sejumlah korban yang luka berat, bisa jadi yang meninggal setiap hari lebih dari 100 jiwa,” ujar Djoko, dalam keterangan resminya (24/9/2021).

“Ini bukan pertanyaan angka, namun akan sangat bernilai dan bermakna jika ada upaya untuk menguranginya," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Djoko, keselamatan harus menjadi kebiasaan dan menjadi budaya yang sudah ditanamkan sejak usia dini.

Baca juga: Ingat, Ganjil Genap di Puncak Jadi Permanen

Ilustrasi siswa bermotor.Tribun Jogja Ilustrasi siswa bermotor.

“Pendidikan dapat bertindak sebagai pembuka hati. Melalui pendidikan kesadaran, sensitifitas, keperawatan, dan tanggung jawab keselamatan harus dibuat dalam aksi nyata yang dapat dibanggakan," ucapnya.

Djoko menyebut, pada tahun 2020 kecelakaan lalu lintas mencapai 100.028 kejadian, terendah dalam lima tahun terakhir.

Menjadi terendah karena pada masa pandemi COVID-19 mobilitas orang menurun drastis, otomatis angka kecelakaan lalu lintas menurun.

Baca juga: Waspada, Bahaya Kerikil yang Terselip di Alur Tapak Ban

Ilustrasi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi.

Sebelumnya, sejak tahun 2016 hingga tahun 2020, angka kecelakaan tertinggi dicatat pada tahun 2019, yaitu 116.411 kejadian.

"Menurut usia, angka kecelakaan lalu lintas berdasarkan usia terbanyak pada usia 20-24 tahun dan peringkat kedua pada usia 15-19 tahun,” kata Djoko.

“Usia korban yang terlibat kecelakaan lalu lintas tertinggi pada rentang tahun 2016-2020 adalah usia 15-24 tahun (usia muda produktif), yakni kisaran 18 persen-26 persen,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.