Terios Pecah Ban Terguling di Tol, Ingat Daya Kapasitas Penumpang

Kompas.com - 17/09/2021, 10:47 WIB
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.(SHUTTERSTOCK) KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALIlustrasi kecelakaan lalu lintas.(SHUTTERSTOCK)

JAKARTA, KOMPAS.com - Insiden yang melibatkan satu Daihatsu Terios yang mengangkut  9 orang penumpang di Jalan Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (Terpeka) KM 182+600, Tulang Bawang, Lampung, berakhir naas.

Berdasarkan laporan Kepolisian, mobil bernomor polisi B 1043 CFK itu terguling beberapa kali setelah mengalami pecah ban depan ketika melaju, sehingga roda empat terkait tidak bisa dikendalikan.

Akibatnya, tiga orang yang berada di kabin meninggal, tiga luka berat, dan tiga lainnya luka ringan. Posisi akhir mobil, menghadap timur dengan roda bagian kanan menghadap ke atas di jalur cepat.

Baca juga: Kenapa Pembonceng Motor Lebih Berisiko Ketika Kecelakaan?

Mobil Daihatsu Terios yang mengalami kecelakaan tunggal akibat ban pecah di Jalan Tol Lampung ruas Terpeka, Kamis (16/9/2021) pagi. Sebanyak 3 orang tewas dalam kecelakaan tersebut.Dok. Ditlantas Polda Lampung Mobil Daihatsu Terios yang mengalami kecelakaan tunggal akibat ban pecah di Jalan Tol Lampung ruas Terpeka, Kamis (16/9/2021) pagi. Sebanyak 3 orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

"Sesampainya di lokasi kejadian, diduga kendaraan mengalami pecah ban di bagian depan sebelah kanan yang mengakibatkan pengemudi hilang kendali. Insiden terjadi pada Kamis (16/9/2021)," ujar Kepala Cabang Ruas Tol Terpeka Yoni Satto saat dihubungi, Kamis.

Ia melanjutkan, delapan korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Menggala. Sementara satu orang lainnya dievakuasi ke RS Harapan Bunda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usai kejadian itu, Yoni pun mengimbau kepada seluruh pengguna tol agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol. Seperti, sambung dia, berkendara dengan kecepatan maksimal 80 kilometer per jam.

“Juga memastikan berkendara dalam kondisi prima dan tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, serta selalu setuju bahwa keselamatan adalah nomor satu,” kata Yoni.

Baca juga: Modifikasi Engine Swap, Masuk Pelanggaran Lalin atau Pemalsuan?

Buku tulis, kaos, syal dan baby kit memenuhi kabin bagasi Mercedes Benz S600 Pullman Guard.Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado Buku tulis, kaos, syal dan baby kit memenuhi kabin bagasi Mercedes Benz S600 Pullman Guard.

Bahaya Melebihi Batas Muat pada Kendaraan Bermotor

Pada kesempatan terpisah, Justri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan bahwa suatu mobil yang mengangkut muatan melebihi batas maksimumnya merupakan prilaku sembrono.

Sebab, hal tersebut bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas karena tergesernya central of gravity (titik keseimbangan) di kendaraan serta membuat pengemudi kesulitan dalam mengendalikan mobil.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.