Pabrikan Tidak Sarankan Ubah Klakson Truk Jadi Model Angin, Bisa Bikin Rem Blong

Kompas.com - 16/09/2021, 20:42 WIB
Kecelakaan truk akibat rem blong di depan Terminal Kalideres, Jumat (11/6/2021) Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARIKecelakaan truk akibat rem blong di depan Terminal Kalideres, Jumat (11/6/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan truk karena rem blong memang kerap terjadi di Indonesia. Ada beberapa penyebab dari gagalnya sistem pengereman, baik dari human error maupun teknis.

Salah satu yang bisa menyebabkan rem blong adalah modifikasi yang dilakukan dengan tidak benar. Misalnya mengganti klakson bawaan menjadi model udara yang biasanya punya suara lebih keras.

Bahayanya, ketika sambungan klakson kentangki udara ini copot karena tidak dipasang dengan baik, bisa menguras semua udara di dalamnya. Udara dalam tangki pada truk berperan sangat penting, terutama untuk pengereman.

Baca juga: Kenali Ragam Pelat Nomor Kendaraan Dewa di Indonesia

Bangkai truk yang menimpa pengendara motor saat dievakuasi dari dalam kali, Senin (8/2/2021). (SURYA.CO.ID/HANIF MANSHURI) Bangkai truk yang menimpa pengendara motor saat dievakuasi dari dalam kali, Senin (8/2/2021).

Apalagi nantinya saat udara habis, pengemudi truk tidak bisa menekan klakson sehingga pengguna jalan lain bisa tidak tahu kondisi truk sedang blong. Ini yang bisa menyebabkan jatuhnya banyak korban saat truk alami rem blong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Deputy GM Product Division PT. Hino Motors Sales Indonesia Prasetyo Adi mengatakan, klakson bawaan dari pabrikan sebenarnya model elektrik, sehingga tidak terpengaruh udara.

"Sekarang klakson sudah elektrik, jadi tetap bisa bunyi. Kecuali kalau sudah diganti pake angin, kalau enggak ada anginnya, jelas tidak bisa bunyi," ucap Prasetyo kepada Kompas.com, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Kalahkan Marquez, Bos Ducati Beberkan Keunggulan Desmosedici GP21

Alasan lain ATPM tidak memberikan izin modifikasi klakson tadi adalah pengambilan sumber udaranya yang asal-asalan. Jadi rawan terjadinya bocor dan membuat udara di dalam tangki berkurang.

"Jika terjadi kebocoran dan angin berkurang, bisa menyebabkan fungsi komponen yang memakai udara akan bermasalah, salah satunya rem blong," kata Prasetyo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.