Fenomena Pungli Ikut Berperan dalam Praktik Truk ODOL

Kompas.com - 10/09/2021, 08:12 WIB
Ilustrasi truk ODOL di jalan tol. KOMPAS.com/STANLY RAVELIlustrasi truk ODOL di jalan tol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dibangun dengan tujuan utama untuk memperlancar arus transportasi darat lintas Sumatera, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) perlu bersiap hadapi truk over dimension over load (ODOL) yang masih marak.

Sebab truk kelebihan muatan ini mampu mempercepat penurunan kualitas jalan yang dilaluinya. Bobot dan dimensi angkutan terlampau melebihi standar yang ditentukan jelas merusak permukaan jalan.

Wacana penggunaan teknologi Weight In Motion (WIM) kerap dibahas sebagai solusi untuk menekan praktik truk ODOL di jalan tol, termasuk di JTTS.

Melansir Kompas.com, Kamis (9/9/2021), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyebutkan hingga saat ini teknologi WIM masih dalam tahap pengembangan. Ditargetkan program ini selesai dan bisa digunakan mulai tahun 2023.

Baca juga: Ganjil Genap di Puncak dan Sentul Resmi Berlaku

"Sehingga 1 Januari 2023, sudah mulai ada penindakan pelanggar ODOL. Teknologi ini akan terkoneksi dengan sistem penegakan hukum elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan dioperasikan oleh Korlantas Polri," kata Basuki belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home.Istimewa Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home.

Sistem WIM akan dipasang melintang dan kemudian secara otomatis mengidentifikasi beban dan dimensi kendaraan yang melintas di jalan tol terutama untuk kendaraan berat seperti truk.

Diklaim teknologi ini memiliki akurasi penimbangan mencapai 95 persen hingga 98 persen. Bahkan sistem ini juga mampu melakukan penimbangan dengan kecepatan 5-150 kilometer per jam.

Baca juga: Harga Yaris dan City Hatchback Setelah Kena PPnBM 25 Persen

Dalam diskusi virtual Hutama Karya (HK) Academy, Kamis (9/9/2021), Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio turut menyampaikan bahwa angkutan barang bermuatan dan berdimensi lebih masih jadi ancaman utama bagi jalan bebas hambatan berbayar ini.

"Tentu kita berharap agar JTTS ini nantinya tidak seperti Jalan Tol Trans Jawa yang banyak tambalan di sana sini. Kendaraan ODOL jelas akan merusak dan mengancam kualitas JTTS," kata Agus.

Pemotongan truk ODOL di PalembangKEMENHUB Pemotongan truk ODOL di Palembang

Ia pun turut menerangkan bahwa masih maraknya fenomena pungutan liar (pungli) yang dihadapi para sopir truk turut berperan menyebabkan truk ODOL tetap eksis di jalanan.

Baca juga: Sepupu Jauh Honda Vario 125 Resmi Meluncur

Isu pungli ini masih belum sepenuhnya terselesaikan terutama di titik-titik krusial seperti pelabuhan dan gudang logistik. Pada akhirnya truk ODOL jadi strategi yang kerap dipilih untuk menutupi pembengkakan biaya transportasi barang ini.

"Di jalan, pelabuhan, gudang itu punglinya besar. Jadi kendaraan ODOL itu untuk menutupi pungli itu atau menutupi cost overage dari logistik," ujarnya lebih lanjut.

Bisa disimpulkan, pemberantasan praktik pungli harus jadi salah satu program prioritas jika ingin truk ODOL tidak beredar lagi di jalan. Sebab pungli jadi salah satu akar penyebab timbulnya strategi truk kelebihan muatan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.