Kondisi Fisik Boleh Mulus, tapi Helm Tetap Bisa Kedaluwarsa

Kompas.com - Diperbarui 08/09/2021, 05:55 WIB
Desain helm Valentino Rossi untuk MotoGP 2021 dengan motif Soleluna terbaru Gareth HarfordDesain helm Valentino Rossi untuk MotoGP 2021 dengan motif Soleluna terbaru

JAKARTA, KOMPAS.com - Helm memiliki fungsi yang sangat vital bagi pengendara sepeda motor. Untuk itu, sudah wajib bagi setiap biker untuk memperhatikan kondisinya.

Tujuan utamanya, agar helm tetap dapat melindungi kepala dengan optimal, sehingga butuh perawatan. Namun, banyak yang tidak tahu bahwa helm juga memiliki masa kedaluwarsa, sekalipun sudah dirawat dengan baik dan masih terlihat mulus.

Tampilan fisik yang mulus bukan jadi alasan utama kalau kualitas helm masih mumpuni melindungi kepala pengendara motor dari benturan. Pada dasarnya, helm juga barang produksi massal, sehingga material yang digunakan bakal punya waktu terbatas dalam kondisi prima.

Baca juga: Helm Tepat, Berkendara Makin Nikmat

Irwan Bachroem, Dr.DR Helmet and Apparel Specialist dari DeRide, distributor resmi helm Nolan dan X-Lite di Indonesia, mengatakan, kemampuan helm akan menurun baik karena usia maupun karena sudah pernah jatuh dari motor.

Helm open faceFoto: Wahana Honda Helm open face

"Usia helm berkisar antara 4-5 tahun tergantung perawatan, jika perawatan dan penyimpanannya baik usia helm akan bertahan sampai 5 tahun, setelah 5 tahun sebaiknya sebaiknya sudah tidak dipergunakan, karena material pada bagian helm tidak dapat berfungsi maksimal melindungi benturan," ujar Irwan kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Irwan, helm yang sudah kedaluwarsa memiliki beberapa ciri-ciri dan dapat dilihat dari kondisi fisik materialnya. Mulai dari bagian batok, Encapsulated Post Script (EPS) atau styrofoam, busa pipi, crownpad (busa di atas kepala), hingga visor.

Baca juga: EQRS, Fitur Penyelamat yang Wajib Ada di Helm Balap

"Di beberapa brand, cirinya dapat dilihat dari interior pada bagian busa sudah mulai rontok atau bagian EPS sudah mulai kelihatan berubah menjadi serbuk. Tapi ada juga beberapa brand yang tidak melihatkan ciri ciri helm sudah kadaluarsa," kata Irwan.

Helm full faceDok. DAM Helm full face

Jika tanda-tanda tersebut tidak nampak, maka pemilik atau pengguna helm sendiri yang harus sadar akan kemampuan helmnya. Ingat lagi kapan helm itu dibeli dan kapan helm itu diproduksi.

"Pada helm-helm bermerek, biasanya tertera tanggal-bulan-tahun produksi helm yang bisa dijadikan acuan waktu pemakaian. Untuk helm kedaluwarsa sudah tidak dapat diperbaharui, mungkin hanya bisa jadi koleksi," ujar Irwan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.