Valentino Rossi Adalah Pebalap Tidak Normal

Kompas.com - 27/08/2021, 14:01 WIB
Valentino Rossi saat berlaga pada MotoGP Austria 2021 Gold and GooseValentino Rossi saat berlaga pada MotoGP Austria 2021
|

SILVERSTONE, KOMPAS.com - Mantan rival Valentino Rossi di MotoGP, Alex Hofmann yang kini menjadi komentator di televisi, angkat bicara soal situasi Doctor saat ini.

Menurut Alex, Rossi adalah contoh tidak normal dari seorang pebalap sebab dia melewati satu generasi. Rossi yang akan pensiun usai MotoGP 2021 seharusnya sudah berhenti sejak lama.

“Valentino Rossi adalah pebalap tidak normal dalam hal ini, karena dia telah melewatkan satu generasi,” kata Alex di depan mikrofon Red Bull, dikutip dari Tuttomotoriweb.it, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Meski Kawasan Ganjil Genap Sudah Berkurang, tapi Pelanggar Masih Banyak

Marc Marquez saat balapan pada MotoGP Styria 2021. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)JOE KLAMAR Marc Marquez saat balapan pada MotoGP Styria 2021. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)

Sebagai contoh, usia Alex hanya satu tahun di bawah Rossi tapi dia pensiun dari MotoGP sejak 2007. Oleh karena itu, dia sangat terpukau oleh daya tahan dan tingkat kompetitif Rossi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alex mengatakan, saat ini masa depan MotoGP ada di tangan para pebalap muda. Bahkan Marc Marquez saat ini sebetulnya sudah bisa dikatakan pebalap yang akan berumur.

“Secara umum saya harus mengatakan bahwa banyak pebalap muda benar-benar berhasil saat ini,” katanya.

“Dan tiba-tiba beginilah Marc Marquez, di usia 28 tahun, sudah menemukan dirinya sebagai generasi yang lebih tua,” katanya.

Alex mengatakan, saat ini pebalap muda makin bersinar karena motor-motor MotoGP memungkinkan hal tersebut. Bahkan rookie sekalipun bisa tampil bersinar.

Baca juga: Fortuner Vs Motor, Ingat Pentingnya Redam Emosi Saat Bekendara

Jorge Martin saat berlaga pada MotoGP Austria 2021. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)JOE KLAMAR Jorge Martin saat berlaga pada MotoGP Austria 2021. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)

"MotoGP memungkinkan anak muda untuk sukses saat ini: level rookie tinggi, motornya mudah dikendarai dan grupnya seimbang," katanya.

Hal itu sudah terlihat dari persaingan sesama tim, seperti Fabio Quartararo dengan Maverick Vinales atau Juara Dunia MotoGP 2020, Joan Mir dengan Alex Rins.

“Fabio Quartararo menunjukkan apa yang bisa dia lakukan di Yamaha . Di Ducati, Francesco Bagnaia akan menang atas Jack Miller dan akan menjadi nomor satu. Yang menurut saya memalukan karena saya menyukai Jack," katanya.

"Di Pramac Racing ada Jorge Martin, di KTM Miguel Oliveira. Belum lagi Joan Mir. Atau Remy Gardner, Raul Fernandez dan Pedro Acosta sebagai talenta super muda," katanya.

"Sebenarnya banyak pebalap di kejuaraan dunia yang memiliki potensi besar,” kata Alex.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.