Kompas.com - 23/08/2021, 06:42 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Sistem pengereman pada sepeda motor untuk saat ini ada dua macam, yakni drum brake (teromol) dan disc brake (cakram).

Pada motor zaman sekarang, rem cakram digunakan untuk roda bagian depan. Meskipun ada juga motor yang menggunakan cakram depan belakang.

Pada sistem pengereman, komponen yang wajib diperhatikan yakni kampas rem. Kampas rem mempunyai masa pakai yang berbeda pada setiap kendaraan tergantung cara berkendara.

Baca juga: Micro Bus Super Mewah Buatan Adiputro, Pakai Kursi Selonjor

Untuk mengetahui kampas rem, Feri Firmasnyah yang merupakan mekanik bengkel Badnit Racing Engines di Sukoharjo, Jawa Tengah mengatakan, kampas rem yang sudah habis dapat dilihat secara langsung dan dirasakan.

"Kalau kampas rem cakram habis bisa dilihat secara langsung. Pastinya sebelum itu pengendara juga merasakan pengereman yang kurang pakem. Atau bisa juga terdengan bunyi gesekan antara besi di bagian pengereman." kata Feri kepada Kompas.com, Minggu (22/8/2021).

Pantau kondisi kampas remStanly/Otomania Pantau kondisi kampas rem

Untuk rem cakram cara mengecek batas keausan kampas rem adalah dengan melihat alur-alur pada kampas remnya. Jika kampas sudah menipis, segera lakukan penggantian dengan yang baru.

Baca juga: Ketika Aspal Sirkuit Mandalika Sudah Lebih Dulu Dijajal Tukang Sayur

Kemudian untuk rem tromol, cara mengeceknya yakni dengan melihat tanda segitiga pada panel rem tromol dan tanda panah pada tuas rem, apabila saat menarik rem tromol tanda segitiga dan tanda panah tersebut hampir bertemu atau segaris, maka segera lakukan penggantian kampas rem.

Sementara itu Senior Instructor Astra Motor Training Center Semarang Fachrul Reza menjelaskan, untuk perawatan atau pemeriksaan perangkat rem sebaiknya dilakukan secara berkala.

“Lakukan perawatan berkala pemeriksaan rem cakram maupun rem tromol setiap 10.000 kilometer sekali agar performa pengereman tetap terjaga,” kata Reza.

Kampas rem asli dan imitasi bisa dibedakan dari materialnya. Pada barang palsu lebih berkilau karena banyak menggunakan bahan metal sedangkan yang asli lebih kasar.Febri Ardani/KompasOtomotif Kampas rem asli dan imitasi bisa dibedakan dari materialnya. Pada barang palsu lebih berkilau karena banyak menggunakan bahan metal sedangkan yang asli lebih kasar.

Reza juga menyarankan, saat melakukan penggantian sepatu rem sebaiknya menggunakan yang asli. Jika menggunakan perangkat yang tidak asli jelas akan berbeda saat digunakan dan bukan tidak mungkin akan mengganggu kenyamanan.

Baca juga: Lin Jarvis Beberkan Soal Kelemahan Vinales di Yamaha

“Gunakan kampas rem yang original dari pabrik pembuatnya agar terjamin kualitasnya,” tuturnya.

Jika menggunakan kampas rem KW, ada beberapa kerugian yang nantinya malah membahayakan bagi pengendara.

Kerugian yang pertama yakni pengereman menjadi kurang pakem. Kerugian berikutnya, dengan menggunakan kampas rem KW malah justru akan merusak tromol ataupun piringan cakram.

Terakhir, yaitu rem akan cepat panas dan menimbulkan hilangnya daya pengereman secara terus menerus atau disebut dengan istilah fading.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.