Organda Protes Adanya Stiker Bebas Ganjil Genap untuk Taksi Online

Kompas.com - 21/08/2021, 09:22 WIB
Petugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap yang diterapkan karena adanya perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (15/8/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APetugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap yang diterapkan karena adanya perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (15/8/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) belum lama ini memberikan stiker khusus untuk Angkutan Sewa Khusus (ASK). Stiker ini dipasang pada taksi online agar bisa terbebas dari ganjil genap.

Melihat adanya pemberian stiker untuk para taksi online, DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten protes. Langkah ini dianggap tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Shafruhan Sinungan, Ketua DPD Organda DKI Jakarta menyampaikan beberapa hal tentang keputusan pemberian stiker ini. Pertama, Organda tidak pernah mendapat undangan untuk pembahasan atau peluncuran stiker tersebut.

Baca juga: Hindari Pajak Progresif, Begini Cara Blokir STNK pada Kendaraan yang Sudah Dijual

Ilustrasi taksi online.SHUTTERSTOCK Ilustrasi taksi online.

“Kedua, kami sangat keberatan dengan peluncuran pemasangan stiker ASK. Dikarenakan kondisi situasi transportasi umum sudah sangat terpuruk,” ucap Shafruhan kepada Kompas.com, Jumat (20/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketiga, Organda juga meminta untuk pemasangan stiker ini dianulir atau dihentikan saja. Terakhir, jika tidak mendapat respons yang positif, DPD Organda DKI, Jawa Barat, dan Banten akan bereaksi.

Baca juga: Toyota Imbau Para Pembeli GR Yaris, Jangan Langsung Dijual

“Masalah stiker pada kendaraan online sudah diatur pada PM Nomor 108 Tahun 2017. Banyak pasal dan beberapa ayatnya sudah dibatalkan oleh Mahkamah Agung, termasuk masalah stiker,” kata Shafruhan.

Shafruhan mengatakan, aksi penempelan stiker ASK ini sudah melanggar putusan MA. Sehingga ada pihak yang dirugikan dari adanya pemberian stiker khusus untuk taksi online ini.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.