Jangan Norak, Pakai Lampu Sorot Jadi Lampu Rem

Kompas.com - 01/08/2021, 11:21 WIB
Sebuah mobil menggunakan lampu sorot sebagai lampu rem yang mengganggu pengguna jalan lain. Dascam Owners IndonesiaSebuah mobil menggunakan lampu sorot sebagai lampu rem yang mengganggu pengguna jalan lain.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan raya merupakan jalan umum yang digunakan oleh banyak orang dengan berbagai macam kendaraan. Dengan banyaknya orang yang menggunakan fasilitas jalan raya, tentu saja kita harus menghargai pengguna jalan lainnya.

Selain etika mengemudi yang baik, penggunaan aksesoris tambahan yang mengganggu pengguna jalan lain sebaiknya dihindari. Hal ini dapat menyebabkan pengguna jalan lain merasa terganggu dan melanggar aturan.

Baca juga: Viral, Video Mobil Rescue Tabrak Lari Rombongan Pesepeda di Makassar

Seperti video yang diunggah oleh akun instagram @dashcam_owners_indonesia pada Sabtu (31/7/2021), terdapat pengemudi yang menggunakan lampu sorot berwarna biru terang yang dijadikan sebagai lampu rem.

Hal tersebut tentu saja membuat pengguna jalan dibelakangnya merasa silau dengan lampu tersebut. Padahal penggunaan lampu pada kendaraan sudah ada aturan dan fungsinya masing-masing.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Training Director The Real Driving Centre Marcell Kurniawan mengatakan, pengemudi yang memodifikasi lampu rem yang mengganggu pengguna jalan lain bisa dibilang egois. Dia seharusnya mengerti kalau warna lampu memiliki arti dan fungsinya masing-masing.

“Sebenarnya seorang pengemudi harus mengerti lampu itu punya arti dan fungsi. Bila tidak ada arti dan fungsinya, ya tidak diperbolehkan untuk dipergunakan,” ucap Marcell kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Jangan Ragu Bunyikan Klakson, Jika Bertemu Pesepeda yang Makan Jalan

Marcell menjelaskan, memodifikasi lampu akan mengacaukan arti yang dikomunikasikan oleh lampu tersebut. Sehingga bisa mispersepsi dan bahkan mencelakai orang lain dan bahkan dirinya sendiri.

“Misalnya si pengemudi yang ada di belakangnya kesilauan dan mengalami snow blindness sehingga tidak bisa melihat seberapa dekat jarak dengan mobil di depan. Bila telat mengerem, bisa ditabrak dari belakang,” kata Marcell.

Generasi ketiga Daihatsu Sirion meluncur di Jakarta, Selasa (13/1/2018). Lampu belakang LED.Febri Ardani/KompasOtomotif Generasi ketiga Daihatsu Sirion meluncur di Jakarta, Selasa (13/1/2018). Lampu belakang LED.

Sementara itu Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, tidak perlu menggunakan lampu tambahan.

Sebab, tiap pabrikan sudah mendesain lampu rem sesuai dengan regulasi, bahwa lampu standar yang paling aman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.