Ini Alasan Kenapa Ukuran Ban Serep Lebih Kecil

Kompas.com - 24/07/2021, 14:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Apabila diamati dengan seksama, ban cadangan temporary atau biasa disebut ban serep memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan ban utama.

Selain ukurannya yang lebih kecil, tapak bannya pun lebih tipis. Meski begitu, ban serep tetap aman untuk digunakan dengan catatan khusus.

Ban cadangan tersebut tidak untuk melaju melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan, yakni 80 kilometer per jam.

Ada alasan khusus mengapa ban cadangan atau serep didesain dengan ukuran yang lebih kecil. Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan bahwa ukuran ban serep dibuat kecil agar hemat tempat saat disimpan.

Baca juga: Selain SIM dan STNK, Kendaraan Juga Bisa Ditahan Saat Ditilang

Ban SerepFoto: Peugeot Ban Serep

“Biasanya ban cadangan lebih tipis dari ground tire atau ban yang biasa digunakan. Salah satunya untuk menghemat ruang penyimpanan,” kata Didi kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dengan ukuran yang lebih mungil tersebut, otomatis ruang yang dibutuhkan untuk menyimpan ban cadangan ini tidak perlu terlalu luas.

“Selain itu, ban cadangan atau temporary tire dibuat lebih kecil agar tidak dipakai untuk harian melainkan hanya dipakai sampai ke tukang tambal ban saja,” ungkap Didi menambahkan.

Baca juga: Mobil Berhenti Sejenak, Tuas Transmisi Lebih Aman di Posisi N atau D?

Ban cadangan Sienta lebih kecil dari ban terpasang.Febri Ardani/KompasOtomotif Ban cadangan Sienta lebih kecil dari ban terpasang.

Ban serep memang dibuat tidak untuk digunakan sebagai harian, melainkan hanya sebagai cadangan saat kondisi darurat.

Mengingat fungsi utama dari ban serep hanyalah sebagai pengganti dalam kondisi mendesak ketika ban utama mengalami kerusakan seperti bocor atau pecah di lokasi yang jauh dari toko ban atau fasilitas perbaikan.

Didi juga mengatakan, tidak semua mobil menggunakan ban cadangan jenis temporary ini. Hanya mobil yang memiliki ruang penyimpanan terbatas saja yang biasanya menggunakan ban jenis ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.