Imbas Krisis Semikonduktor, Produksi Otomotif dan Suku Cadang Melambat

Kompas.com - 19/07/2021, 19:21 WIB
Karyawan yang sedang bekerja di pabrik mobil Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China. ReutersKaryawan yang sedang bekerja di pabrik mobil Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Krisis semikonduktor memaksa sejumlah industri otomotif di dunia harus mengurangi jumlah produksi. Salah satu yang paling terkena dampak ialah para produsen yang ada di Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan Autoblog, Minggu (18/7/2021), selama Juni 2021 industri otomotif dan suku cadang mobil mengalami penurunan hingga 6,6 persen karena kekurangan cip komputer.

Hal itu juga mengganggu produksi manufaktur yang turun 0,1 persen di periode sama. Penurunan ini menjadi yang ketiga dalam lima bulan berjalan.

Baca juga: Pembangunan Sirkuit Mandalika Disebut Lamban, Ini Kata MGPA

Uni Eropa menuntut persamaan perlakuan, mengadu ke WTO.www.theinformationcompany.ne Uni Eropa menuntut persamaan perlakuan, mengadu ke WTO.

Secara keseluruhan, produksi industri, termasuk output di pabrik, tambang dan utilitas hanya naik 0,4 persen bulan lalu setelah meningkat 0,7 persen di bulan Mei.

Namun dari sisi industri, masih industri naik 9,8 persen dari tahun sebelumnya. Itu terjadi karena tahun lalu sektor terkait terdampak pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kekurangan semikonduktor mendorong produksi mobil, truk dan suku cadang mobil turun 6,6 persen di bulan Juni. Tidak termasuk mobil, produksi industri naik 0,4 persen bulan lalu.

Baca juga: Kenapa Pintu Bus Rapid Transit Lebih Lebar Dibanding Bus AKAP?

Pabrik mobil listrik PT Great Asia Link (Grain) di Surabaya, Jawa Timur, berkapasitas 80.000 unit per tahun. Grain adalah produsen mobil listrik merek nasional ELVI. Great Asia Link (Grain) Pabrik mobil listrik PT Great Asia Link (Grain) di Surabaya, Jawa Timur, berkapasitas 80.000 unit per tahun. Grain adalah produsen mobil listrik merek nasional ELVI.

"Sektor manufaktur terus tertatih-tatih oleh kendala pasokan," kata Stephen Stanley, kepala ekonom di Amherst Pierpont Securities.

“Contoh profil tertinggi adalah perjuangan para pembuat mobil untuk mengatasi kekurangan cip," tambahnya.

Padahal, industri di AS sedang kembali bergairah usai melewati masa sulit selama pandemi Covid-19. Tapi kini mereka kembali menghadapi kekurangan pekerja dan kesulitan mendapatkan pasokan tepat waktu.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.